Menghidupkan Kembali Legenda Minum Teh

Rabu, 05 November 2014 - 13:44 WIB
Menghidupkan Kembali...
Menghidupkan Kembali Legenda Minum Teh
A A A
BANDUNG - Budaya minum teh masyarakat Jawa Barat kini terus berkurang. Bahkan, tak dipungkiri jika budaya minum teh saat ini tinggal legenda.

Padahal, Jabar memiliki hamparan kebun teh yang luas dan produksi teh asal Jabar menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Untuk menghidupkan kembali legenda minum teh di Jabar, Dinas Perkebunan Jabar berupaya meningkatkan konsumsi teh di masyarakat Jabar hingga mencapai 1,5 kilogram per kapita per tahunnya. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Jabar, tingkat konsumsi teh masyarakat Jabar hanya 3,5 gram teh saja per kapita per tahunnya.

Berbeda jauh dengan di negara-negara Eropa yang mencapai 2 kilogram per kapita per tahun. Saat membuka Bandung Tea Festival yang digelar di Gedung Sate Bandung, Kepala Dinas Perkebunan Jabar Arief Santosa mengungkapkan, acara festival teh yang telah digelar untuk ke-11 kalinya ini bertujuan menginformasikan perkembangan teh, khususnya teh yang berasal dari Jabar. Melalui acara itupun, pihaknya mengajak masyarakat untuk terus membudayakan minum teh.

Menurutnya, sebagai provinsi penghasil komoditas teh terbesar di Indonesia dengan kontribusi sebesar 72% pasokan teh nasional, masyarakat Jabar pun seharusnya ikut menikmati khasiat teh yang memang dikenal banyak manfaatnya bagi kesehatan. Bahkan, Dinas Perkebunan Jabar sedang menyusun dokumen pembuatan nama “Teh Java Preanger”, sebagai brand teh asal Jabar di pasar internasional.

“Saat ini, Dinas Perkebunan sedang menyusun dokumen MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) teh yang sudah memasuki tahap final. Dari hasil MPIG tersebut akan dibuat nama Teh Java Preanger sebagai brand internasional,” papar Arief. Arief menambahkan, perkembangan teh di Jabar kini sudah semakin baik. Setidaknya ada 15 negara termasuk dari Eropa dan Afrika yang berlangganan teh asal Jabar.

Negara yang paling banyak mengimpor teh asal Jabar adalah London dan Maroko. “Permintaannya mencapai 80 ton untuk sekali impor,” sebutnya. Senada dengan Arief, Sekertaris Daerah Jabar Wawan Ridwan pun mendukung penyelenggaraan festival teh yang rencananya akan berlangsung hingga 6 November ini. Menurutnya, acara ini merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap komoditas legendaris asal Jabar tersebut.

“Sejak zaman Belanda, potensi teh dunia ada di Indonesia. Dan sebagian besar teh terbaik Indonesia berasal dari Jawa Barat. Karena itu, legenda tersebut harus dipertahankan dan dikembangkan, dengan cara memperbanyak konsumsi teh, budayakan minum teh,” kata Wawan.

Yugi Prasetyo
Kota Bandung
(ars)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
27 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
53 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved