Bayi Berkelamin Ganda di Garut Akhirnya Dinyatakan Laki-Laki

Selasa, 04 November 2014 - 14:29 WIB
Bayi Berkelamin Ganda...
Bayi Berkelamin Ganda di Garut Akhirnya Dinyatakan Laki-Laki
A A A
GARUT - Bayi berusia 19 bulan yang sebelumnya berkelamin ganda di Kampung Lembak Sari RT 07 RW 12, Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya dinyatakan berkelamin laki-laki.

Bayi yang tinggal bersama ayah ibunya, pasangan Tarsian (35) dan Leni (29), di rumah bilik panggung sederhana ini bernama Azzahra Nurul Aeni.

Petugas Medis Puskesmas Gadog, Kecamatan Pasirwangi, Yudi Permana, mengatakan kepastian mengenai kelamin Azzahra didasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadapnya.

Menurut Yudi, Azzahra memang sempat menjalani beberapa kali pemeriksaan sejak di bawah usia 10 bulan.

“Namun saat itu, meski sudah berkali-kali diperiksa, kepastian kelamin Azzahra belum bisa ditentukan oleh sebab usianya masih di bawah satu tahun. Karena sudah lebih dari satu tahun, hormonnya dapat terlihat jelas dan dinyatakan lebih ke arah kelamin laki-laki,” kata Yudi, Selasa (4/11/2014).

Menurut Yudi, pemeriksaan lanjutan terhadap Azzahra mesti dilakukan kembali. Persoalan penentuan jenis kelamin merupakan satu hal yang sangat penting karena menyangkut masa depan seseorang.

“Kami dari puskesmas dan aparat pemerintahan dari tingkat RT, RW, hingga kecamatan akan membantu segala proses yang diperlukan. Misalnya membantu proses Jamkesmas, karena memang Azzahra berasal dari kalangan ekonomi kecil,” ujarnya.

Seperti balita lain pada umumnya, Azzahra tumbuh sehat di lingkungan keluarganya. Sewaktu dilahirkan, dia berkelamin perempuan dengan kondisi kesehatan normal dan berat badan 3 kg.

Beberapa waktu lalu, ayah Azzahra, Tarsian, mengaku tidak menyangka bila anaknya memiliki kelamin ganda. Buruh cangkul ini baru mengetahui adanya kelainan pada kelamin Azzahra setelah anaknya ini berusia tiga bulan lebih.

“Sebab tidak ada tanda-tanda apapun. Apakah mimpi atau apa, itu sama sekali tidak ada. Saat di usia 3 bulan itu, saya kaget ketika isteri mengatakan ada kelainan di kelamin anak kami. Ada semacam benjolan tumbuh di atas alat kelamin wanitanya. Bentuknya seperti alat kelamin anak laki-laki,” ujarnya.

Tarsian sendiri awalnya tidak berani untuk memeriksakan keanehan pada kelamin putrinya tersebut. Alasannya, dia tidak memiliki cukup uang.

“Penghasilan saya sebagai buruh cangkul dalam sehari hanya Rp20 ribu. Saya khawatir uangnya tidak cukup kalau dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
(sms)
Berita Terkait
Pemulangan Bayi Kembar...
Pemulangan Bayi Kembar Siam di Malang
3 Bayi Kembar Lahir...
3 Bayi Kembar Lahir di Madina, 2 Laki-laki 1 Wanita
Operasi Bayi Kembar...
Operasi Bayi Kembar Siam Tertunda Akibat Lonjakan Covid-19
Bayi Penderita Meningokel...
Bayi Penderita Meningokel di Sekayu Segera Jalani Operasi
Dua Tahun Menanti, Bayi...
Dua Tahun Menanti, Bayi Kembar Siam Inaya dan Anaya Akan Menjalani Operasi di Surabaya
Tak Ada Biaya Operasi,...
Tak Ada Biaya Operasi, Bayi Meninggal Akibat Kelainan Jantung
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
2 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
5 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
6 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
6 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
7 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
7 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved