Kebakaran di Gunung Lawu Sulit Dikendalikan

Senin, 03 November 2014 - 21:36 WIB
Kebakaran di Gunung...
Kebakaran di Gunung Lawu Sulit Dikendalikan
A A A
KARANGANYAR - Kebakaran di area Gunung Lawu sulit dikendalikan. Embusan angin yang cukup kencang mengakibatkan kobaran api membesar.

Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara Arif Nurjati mengatakan, titik api semula sempat padam, namun sisa lahan yang terbakar masih berasap. Api sempat membesar pada Minggu (2/11/2014) malam ketika ada pohon kering yang tumbang. Embusan angin yang cukup kencang membuat api semakin membesar.

Upaya pemadaman terus dilanjutkan di area yang terbakar di petak 63 Q1 yang berdekatan dengan pos bayangan 2. Luas hutan yang terbakar sekitar delapan hektare, berupa semak belukar dan alang-alang. Meski lokasi itu jauh dari jalur pendakian, jalur pendakian dari Pos Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, ditutup sementara.

"Kami tidak mau mengambali risiko lebih karena sebelumnya ada puluhan pendaki yang dievakuasi," kata Arif Nurjati, Senin (3/11/2014).

Selain tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Anak Gunung Lawu (AGL) dan Perhutani, pemadaman juga melibatkan warga Desa Blumbang, Gondosuli, dan Tlogo Dlingo. Ketiga desa di Kecamatan Tawangmangu itu lokasinya paling dekat dengan area kebakaran.

Tercatat ada sekitar 80 orang yang naik ke atas untuk memadamkan api. Kebakaran yang tengah berlangsung masuk skala sedang. Kebakaran besar terakhir kali terjadi tahun 1997 yang menghanguskan 60 hektare lahan. Pengawasan di lokasi rawan kebakaran terus dilakukan secara intensif sampai musim hujan tiba.

Agar kejadian serupa ke depan tidak terulang, para pendaki diminta lebih berhati-hati. Mereka diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membiarkan sisa pembakaran api unggun.

Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristianto mengatakan, kebakaran hutan menjadi salah satu ancaman serius. Sebab, upaya pemadaman sangat menguras energi karena medannya berat dan sulit mencari sumber air.

"Upaya pemadaman di area Gunung Lawu biasanya melibatkan ratusan orang. Peralatan yang digunakan seadanya karena jauh dari sumber air," jelas Heru.
(zik)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
34 menit yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
3 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved