Warga Lereng Sindoro Nyadran di Liyangan

Sabtu, 01 November 2014 - 14:20 WIB
Warga Lereng Sindoro...
Warga Lereng Sindoro Nyadran di Liyangan
A A A
TEMANGGUNG - Warga di lereng Gunung Sindoro di Desa Purbosari, Temanggung, kemarin menggelar tradisi Nyadran Kali.

Kegiatan ini berupa kirab budaya dari Balai Desa Purbosari menuju kompleks Situs Liyangan yang berjarak sekitar 1 kilometer. Kirab diawali sejumlah pemuda yang membawa dua gunungan agung yang tersusun dari hasil bumi. Mereka diiringi ratusan warga yang mengenakan pakaian adat Jawa. Diikuti pula kelompok kesenian tradisional dan warga yang membawa tumpeng dan ingkung ayam.

Setelah sampai kompleks Situs Liyangan, kepala desa, dan sesepuh desa mengambil air suci dari sumber air yang berada di kompleks situs. Ritual ditandai dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama dilanjutkan makan bersama dan pementasan kesenian tradisional. Pada rangkaian tradisi Nyadran Kali ini juga digelar pementasan wayang kulit selama tiga malam berturut-turut. Kepala Desa Purbosari, Sofiudin Ansori mengatakan, ritual ini sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat, terutama hasil panen dari bercocok tanam.

“Kami bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan berupa hasil bumi,” ucapnya. Ritual sengaja dilaksanakan di Situs Liyangan karena situs ini merupakan cikal bakal warga desa. Keyakinan itu didukung dengan adanya berbagai peninggalan bersejarah seperti candi, alat pertanian, arca, dan sisa-sisa tempat tinggal. Karena itu, dia juga mengajak masyarakat untuk menjaga situs dan belajar dari keberadaannya, seperti cara bagaimana mencintai alam, bertani, dan berbudaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto mengatakan, Situs Liyangan telah menjadi perhatian dunia karena mempunyai peninggalan yang kompleks serta adanya bukti peradaban yang tinggi pada masa Mataram Kuno abad IX. Ke depan, Desa Purbosari akan dijadikan sebagai desa budaya yang membutuhkan keterlibatan seluruh warga dalam menjaga dan melestarikan peninggalan yang ada.

“Kegiatan budaya ini akan terus disempurnakan pada pelaksanaan tahun-tahun mendatang agar lebih menarik namun tidak meninggalkan sisi religius dan tradisi,” ujarnya.

Ant
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
1 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
5 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
5 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved