Pesisir Serdangbedagai Rawan Imigran Gelap

Jum'at, 31 Oktober 2014 - 17:04 WIB
Pesisir Serdangbedagai...
Pesisir Serdangbedagai Rawan Imigran Gelap
A A A
SERDANGBEDAGAI - Kondisi teritorial Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) persis di pesisir Selat Malaka, rawan dengan masuknya imigran gelap. Tim pengawasan orang asing (Timpora) pun diminta bekerja lebih ekstra mengawasi.

Dengan garis pantai hingga 60 kilometer (km), seluruh pesisir pantai Sergai merupakan pintu terbuka sebagai jalur masuk atau transit. “Daerah Sergai di sepanjang pesisir Selat Malaka sangat mudah dimanfaatkan untuk akses masuk. Rawannya para imigran gelap ternyata juga menyelundupkan mulai dari narkoba hingga manusia,” ungkap Wakil Bupati Syahrianto pada rapat kerja Timpora bersama Kajari Sei Rampah, Polres Sergai, Kodim 0204/DS, Kantor Imigrasi Klas II Pematangsiantar di Aula Theme Park Pantai Cermin, kemarin.

Di sisi lain, kata Syahrianto, teritorial pesisir ternyata mempunyai potensi keuntungan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan daerah. Namun di sisi lain sekaligus menjadi ancaman, terutama permasalahan penyeludupan narkoba hingga manusia. Syahrianto mengatakan, upaya mengawasi tadi bukan berarti harus bersikap menolak keberadaan orang asing, namun prinsipnya tetap harus diamati betul. Karena itulah jajaran Timpora diharapkan dapat bekerja sebaik-baiknya sehingga bisa mengantisipasi dan mengurangi masuknya pengaruh negatif dari bangsa asing.

“Untuk mendukung hal itu, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di Sergai terus diperkuat perannya untuk mendeteksi keberadaan orang asing di daerah,” katanya. Sementara Kepala Divisi Keimigrasian Sumut, M Diah, menjelaskan, Timpora adalah forum koordinasi pengawasan orang asing yang di dalamnya bergabung berbagai badan pemerintah terkait. Tim ini juga mempunyai tanggung jawab melakukan tindakan preventif dan represif terhadap orang asing yang berpotensi melanggar peraturan, atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“Lewat pengawasan ini, diharapkan kondisi stabilitas keamanan selalu terjaga secara kondusif, dengan kehidupan masyarakat yang sejahtera serta penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.

Erdian wirajaya
(ars)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
6 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
8 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
9 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
10 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
11 jam yang lalu
Infografis
Rawan Bencana, Masyarakat...
Rawan Bencana, Masyarakat Wajib Waspada Cuaca Ektrem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved