Belasan Guru di Blitar Keracunan Nasi Konsumsi Rapat

Rabu, 29 Oktober 2014 - 17:46 WIB
Belasan Guru di Blitar...
Belasan Guru di Blitar Keracunan Nasi Konsumsi Rapat
A A A
BLITAR - Akibat menyantap nasi kotak konsumsi rapat, sebanyak 17 guru dan keluarga SMP Negeri 1 Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dilarikan ke rumah sakit.

Disusul diare dan mual, suhu tubuh mereka mendadak meningkat yang berakhir dengan muntah, setelah menu nasi campur berlauk kikil, urap sayuran, serta mie goreng merasuk ke dalam pencernaan. Bahkan, musibah ini sempat membuat Eny Nurlaeli, salah seorang guru sempat gontai tak sadarkan diri.

"Saya pingsan di sekolahan saat mengajar. Oleh rekan-rekan langsung dilarikan ke puskesmas untuk di-opname. Kata pihak medis gejala keracunan," tutur Eny kepada wartawan, Rabu (29/10/2014).

Gejala keracunan yang terjadi Selasa malam (28/10) itu berlangsung nyaris bersamaan. Tidak hanya dirasakan para guru, sejumlah anggota keluarga yang mencicipi juga mengalami kondisi yang sama. Dalam selisih waktu yang tidak jauh beda, satu-persatu menjalani perawatan medis.

Informasi yang terhimpun, lima orang dirawat di Puskesmas Kepanjen Kidul, Kota Blitar, delapan orang dilarikan ke RS Syuhada Haji, tiga orang ke RSU Aminah, dan satu orang menginap di RSU Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Rapat berlangsung Senin (27/10) siang. Tidak semua nasi dimakan di tempat. Ada teman yang membawanya pulang diberikan ke keluarga," terang Eny.

Nasi kotak itu dipesan dari katering warga yang bertempat tinggal di dekat sekolah. Menurut keterangan Suyono, salah seorang guru SMP Negeri 1 Nglegok, katering terserbut sudah menjadi langganan sekolah.

"Setiap acara rapat kita biasa memesan ke sana. Dan tidak apa apa. Baru kali ini terjadi peristiwa demikian," terangnya. Dugaan sementara, ada salah satu bahan menu makanan yang kedaluarsa.

Muhammad Jaelani, selaku juru bicara Puskesmas Kepanjen Kidul membenarkan bahwa gejala yang dialami pasien adalah keracunan makanan. "Kita sudah memberikan penanganan medis dan kondisi pasien sudah berangsur membaik," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Kota Blitar AKP Slamet Riyadi mengaku masih melakukan penyelidikan. Selain memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik katering, petugas telah mengamankan sampel makanan. "Dalam hal ini, kita bekerja sama dengan dinas kesehatan," ujarnya singkat.
(lis)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
9 menit yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
19 menit yang lalu
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
20 menit yang lalu
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
47 menit yang lalu
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
2 jam yang lalu
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved