PSS Sleman Tamat

Rabu, 29 Oktober 2014 - 15:34 WIB
PSS Sleman Tamat
PSS Sleman Tamat
A A A
JAKARTA - Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan vonis kepada PSS Sleman dan PSIS Semarang tadi malam. Kedua tim tersebut didiskualifikasi dari Divisi Utama Liga Indonesia dan tak bisa melakukan banding.

“Karena ini mencederai sepak bola, maka tidak ada alasan tidak mengambil putusan. Untuk menegakkan sepak bola Indonesia, Maka Komdis memutuskan mendiskualifikasi keduanya,” ujar Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan di Jakarta tadi malam.

Dengan begitu, langkah kedua tim tersebut berhenti. “Dikeluarkan dari kompetisi. Mereka tidak bisa bermain di semifinal atau final dan naik ke ISL (Indonesia Super League),” imbuh Hinca.

Seperti diberitakan, laga PSS kontra PSIS di Stadion Akademi Angkatan Udara, Berbah, Sleman, Minggu (26/10), berujung kemenangan bagi tuan rumah 3-2. Anehnya, semua gol yang tercipta merupakan hasil bunuh diri. Tiga gol PSS sumbangan Komaedi (membuat dua gol bunuh diri) dan Fadli Manan. Sementara itu, gol PSIS dilesakkan pemain PSS Hermawan Putra Jati dan Agus Setiawan.

PSIS maupun PSS sepantasnya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia lantaran mempertontonkan sepak bola gajah.

Hinca menegaskan baik PSIS maupun PSS melanggar statuta FIFA dan PSSI. “Dalam kode etik, ini merupakan persekongkolan,” tegas Hinca. Bahkan, seluruh yang terkait dalam aksi melakukan ini bakal mendapatkan sanksi berat. Para pelaku gol bunuh diri, yakni Komaedi, Fadli Manan, Hermawan Putra Jati, dan Agus Setiawan, terancam dihukum larangan bermain seumur hidup di kancah sepak bola Indonesia.

Hinca menambahkan, Komdis PSSI masih akan melakukan investigasi kasus tersebut. Dengan mendapatkan keterangan yang dihimpun dari pemain, ofisial, pengurus, pelaksanaan pertandingan (panpel), juga wasit pertandingan belumlah cukup. Sebab, masih ada hal-hal lain yang perlu diperdalam untuk mengungkap bagaimana bisa tercipta sepak bola gajah ini.

Namun dia tidak menampik kasus ini terindikasi pengaturan skor atau match fixing . Akan tetapi dia tidak ingin menyimpulkan karena penyelidikan belum tuntas sehingga Komdis hanya bisa menyatakan pertandingan ini telah mencederai sepak bola Indonesia. “Tapi, jika nanti didapati pada laga tersebut ada uangnya, berarti hal itu (match fixing ). Sampai saat ini, kita hanya bisa menyimpulkan ini persekongkolan. Jadi, kami hanya butuh waktu untuk investigasi. Setidaknya dua minggu dari sekarang akan kami putuskan,” ucap Hinca.

PSIS dan PSS yang sama-sama mengantongi poin 11 itu disinyalir berupaya menghindari kemenangan agar tidak bertemu Pusamania Borneo FC yang disebut-sebut sebagai tim “kuat”. Tim berjuluk Pesut Etam itu di klasemen akhir babak delapan besar bercokol di peringkat 2 Grup P dan akan bertemu dengan peringkat 1 Grup N.

Hasil sidang Komdis PSSI juga memutuskan wasit pemimpin pertandingan PSS kontra PSIS dibebastugaskan hingga waktu yang belum ditetapkan. Poin lainnya, memberhentikan sementara kompetisi divisi utama paling lama dua minggu. Lalu, menunda laga Borneo FC versus Persis Solo.

Nantinya laga ini akan dilangsungkan di tempat netral. Persis Solo tak bertanding karena merasa terancam selama di Samarinda. Hal itu dikatakan Hinca sesuai dengan keterangan dari tim Mahesa Jenar—julukan PSIS Semarang— dari para pemain, pelatih, dan ofisial.

“Dengan begitu, Komdis menunda pertandingan laga final untuk melakukan investigasi supaya clear dari masalah ini. Kita ingin melakukannya secara tuntas karena ini menyangkut promosi ke ISL,” kata Hinca.

Poin sidang Komdis lainnya adalah pertandingan PSGC melawan Persiwa Wamena juga akan dilaksanakan sembari melakukan investigasi kasus walk out .

Raikhul Amar
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
28 menit yang lalu
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
52 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
56 menit yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
3 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
3 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved