Habib Rizieq Tuding Pendemo FPI di Tulungagung Preman

Selasa, 28 Oktober 2014 - 18:56 WIB
Habib Rizieq Tuding...
Habib Rizieq Tuding Pendemo FPI di Tulungagung Preman
A A A
TULUNGAGUNG - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) DR Al-Habib Muhammad Rizieq tidak menggubris suara ratusan massa yang menolak berdirinya FPI dan kedatangannya di Tulungagung.

Bagi Rizieq, demonstrasi anti-FPI adalah hal biasa. Pada umumnya, yang tidak suka dengan FPI itu, berasal dari kalangan preman, mucikari, dan pelaku prostitusi.

“Saya tidak kaget kalau ditolak. Biasanya kalau di daerah lain, mereka yang menolak berasal dari golongan germo, prostitusi, preman, pemilik kafe, dan misionaris," ujar Habib Rizieq, usai memberikan tausiah Halaqoh Aswaja (Ahlu Sunnah Waljamaah) yang digelar FPI Tulungagung, di Gedung Balai Rakyat Kota Tulungagung, Selasa (28/10/2014).

Lebih lanjut, Habib yang pernah berseteru keras dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mencecar balik awak media yang bertanya apakah FPI menuding warga Tulungagung yang demo adalah dari golongan preman, dan pelaku prostitusi.

“Apakah di sini termasuk golongan seperti di daerah lain itu? Tentu anda sebagai media sudah tahu,“ cetusnya.

Faktanya, sekitar ratusan massa yang tergabung dengan nama Aliansi Masyarakat Tulungagung Cinta Damai (AMTCD) tidak menginginkan FPI bercokol di bumi Tulungagung.

Aksi massa yang sebagian besar berlatar belakang komunitas warung kopi dan tempat hiburan tersebut merupakan demo lanjutan sebelumnya. Rizieq mengaku, bisa memahami demo penolakan warga selama alasannya rasional dan prosedural. Menurutnya, penyampaian pendapat pendapat di muka umum sebagai bagian dari demokrasi.

Namun begitu, dia mengingatkan media massa untuk berdiri obyektif dan proporsional. Utamanya, terkait penyampaian fakta ke publik, bahwa kehadiran FPI di Tulungagung bisa diterima umat lain yang jumlahnya lebih besar dibanding massa yang demo.

“FPI tidak asal berbuat anarkis. Sebab FPI memiliki standar prosedur perjuangan. Dalam rangka amar makruf nahi mungkar ada tahapan gerakan mulai menerima laporan, investigasi, dakwah hingga nonligitasi termasuk demonstrasi," bebernya.
(san)
Berita Terkait
Muhammadiyah Masuk 10...
Muhammadiyah Masuk 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Cicit HOS Tjokroaminoto...
Cicit HOS Tjokroaminoto Lantik Pengurus PP SEPMI dan SEPMI-WATI
PP Pemuda Muhammadiyah...
PP Pemuda Muhammadiyah Sampaikan Empat Pilar Pemuda Negarawan kepada AIMEP
Ormas Islam Gelar Tadarus...
Ormas Islam Gelar Tadarus Kebangsaan, Minta Pemilu Tepat Waktu, Jujur, dan Adil
Ormas-Ormas Islam Tiba...
Ormas-Ormas Islam Tiba di Istana, BoP Gaza Akan Dibahas
Muhammadiyah Ucapkan...
Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah 1 Abad NU
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
52 menit yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
2 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
3 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved