Ditinggal Jokowi, Ini yang Harus Dikejar Ahok
Rabu, 15 Oktober 2014 - 09:21 WIB
Ditinggal Jokowi, Ini yang Harus Dikejar Ahok
A
A
A
JAKARTA - Sisa tiga tahun kepemimpinan Basuki T Purnama atau Ahok, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukannya.
Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan Ahok harus bekerja lebih keras lagi. Setidaknya ada lima hal yang harus dikejar Ahok secara baik selama tinggal tiga tahun masa kepemimpinannya.
"Yang pertama status Wagub (pendamping Ahok) harus diperjelas, kalau memang belum dapat bisa dimaksimalkan oleh Deputi Gubernur dan para bawahannya yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Tak hanya itu hal-hal untuk mengurangi banjir seperti normalisasi kali, pemindahan warga bantaran kali ke rumah susun harus segera dilakukan.
"Kemudian perbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan trotoar pengguna jalan," ujarnya.
Selain itu juga percepatan penambahan bus Transjakarta dengan BUMD baru yaitu PT Transportasi Jakarta harus direalisasikan.
"Ajak KPK dan BPK agar tidak terjadi kasus bus berkarat seperti tahun lalu," ujarnya.
Dan yang terakhir menyambung pada mengurangi banjir maka perbaikan kampung kumuh dan rusun harus segera diselesaikan.
Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan Ahok harus bekerja lebih keras lagi. Setidaknya ada lima hal yang harus dikejar Ahok secara baik selama tinggal tiga tahun masa kepemimpinannya.
"Yang pertama status Wagub (pendamping Ahok) harus diperjelas, kalau memang belum dapat bisa dimaksimalkan oleh Deputi Gubernur dan para bawahannya yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Tak hanya itu hal-hal untuk mengurangi banjir seperti normalisasi kali, pemindahan warga bantaran kali ke rumah susun harus segera dilakukan.
"Kemudian perbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan trotoar pengguna jalan," ujarnya.
Selain itu juga percepatan penambahan bus Transjakarta dengan BUMD baru yaitu PT Transportasi Jakarta harus direalisasikan.
"Ajak KPK dan BPK agar tidak terjadi kasus bus berkarat seperti tahun lalu," ujarnya.
Dan yang terakhir menyambung pada mengurangi banjir maka perbaikan kampung kumuh dan rusun harus segera diselesaikan.
(ysw)