Pengamat: Tahun Kedua, Jokowi-Ahok Kedodoran
Rabu, 15 Oktober 2014 - 08:58 WIB
Pengamat: Tahun Kedua, Jokowi-Ahok Kedodoran
A
A
A
JAKARTA - Tepat hari ini, 15 Oktober 2014, 24 bulan Jokowi-Ahok memulai Jakarta Baru sampai nanti 15 Oktober 2017. 1 tahun pertama adalah tahun keemasan bagi Jokowi-Ahok.
Kini menginjak 2 tahun, banyak hal yang perlu dicatat bagi kepemimpinan Jokowi-Ahok, mungkin Ahok saja sendiri. Hal ini disampaikan secara padat oleh Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/10/2014).
"Terus terang, mereka (Jokowi-Ahok) diawal cukup menjanjikan tapi kedodoran di tahun kedua ini," ujar Nirwono.
Kedodoran yang pertama ketika tengah digaungkan revitalisasi namun menginjak dua tahun belum ada virus untuk melakukan revitalisasi dan belum bisa dikatakan berhasil.
"Kemudian normalisasi juga belum selesai dan ditambah lagi terkendala dengan rumah susun. Ini memang jadi saling berkaitan. Ketika belum ada percepatan pembangunan rusun maka ini juga akan menghambat revitalisasi sungai," tandasnya.
Tak hanya itu, penataan pasar seperti pasar yang sangat dibanggakan pada masanya Pasar Blok G Tanah Abang kini mulai kosong. Kemudian penataan pasar yang lain juga tidak dilakukan.
"Mereka (pedagang Blok G Tenabang) sudah mulai berani jual dijalan-jalan lagi. Sama kayak pasar jatinegara, dan pasar minggu kembali lagi," katanya.
Transportasi juga menjadi sorotan. Pembangunan MRT yang mulai membuat padat jalanan, dan bus Transjakarta yang belum memadai juga menjadi sulit.
"Justru di tahun kedua banyak kemunduran, banyak program yang menjanjikan tapi tidak terlaksana, semangatnya kendor," pungkasnya.
Kini menginjak 2 tahun, banyak hal yang perlu dicatat bagi kepemimpinan Jokowi-Ahok, mungkin Ahok saja sendiri. Hal ini disampaikan secara padat oleh Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/10/2014).
"Terus terang, mereka (Jokowi-Ahok) diawal cukup menjanjikan tapi kedodoran di tahun kedua ini," ujar Nirwono.
Kedodoran yang pertama ketika tengah digaungkan revitalisasi namun menginjak dua tahun belum ada virus untuk melakukan revitalisasi dan belum bisa dikatakan berhasil.
"Kemudian normalisasi juga belum selesai dan ditambah lagi terkendala dengan rumah susun. Ini memang jadi saling berkaitan. Ketika belum ada percepatan pembangunan rusun maka ini juga akan menghambat revitalisasi sungai," tandasnya.
Tak hanya itu, penataan pasar seperti pasar yang sangat dibanggakan pada masanya Pasar Blok G Tanah Abang kini mulai kosong. Kemudian penataan pasar yang lain juga tidak dilakukan.
"Mereka (pedagang Blok G Tenabang) sudah mulai berani jual dijalan-jalan lagi. Sama kayak pasar jatinegara, dan pasar minggu kembali lagi," katanya.
Transportasi juga menjadi sorotan. Pembangunan MRT yang mulai membuat padat jalanan, dan bus Transjakarta yang belum memadai juga menjadi sulit.
"Justru di tahun kedua banyak kemunduran, banyak program yang menjanjikan tapi tidak terlaksana, semangatnya kendor," pungkasnya.
(ysw)