Akhirnya Palembang Diguyur Hujan

Selasa, 14 Oktober 2014 - 19:47 WIB
Akhirnya Palembang Diguyur...
Akhirnya Palembang Diguyur Hujan
A A A
PALEMBANG - Hujan yang ditunggu-tunggu warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya turun juga. Selasa (14/10/2014) siang, hujan yang tidak begitu deras mengguyur Kota Palembang.

Hujan yang masih bersifat lokal itu membasahi beberapa kawasan seperti kawasan Bukit, Km 12, Plaju, Kertapati, dan sebagian besar pusat kota.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purna mengatakan, hujan yang terjadi di Palembang lebih disebabkan perubahan arah angin. Sementara kondisi awan yang berada di langit Sumsel sudah mulai tumbuh dan berpotensi menghasilkan hujan di beberapa kabupaten, di antaranya Banyuasin, Muba, dan Ogan Ilir. Meski demikian, kondisi hujan belum mampu mengurangi titik api yang terdapat di Sumsel.

"Mulai hujan tapi tidak begitu deras, lapisan awannya mulai terbentuk namun tipis, sehingga terjadi hujan yang sifatnya lokalistik dan belum menyeluruh," katanya dihubungi Koran Sindo Palembang, Selasa (14/10/2014) malam.

Ia menegaskan, hujan lebih disebabkan pergerakan angin yang membawa uap air yang mengalami perubahan arah. Jika sebelumnya angin bergerak menuju tenggara dan barat, dengan pergerakan angin ke arah barat dan barat laut, diperkirakan hujan akan lebih deras.

"Saat ini, Sumsel tinggal menunggu pergerakan angin pembawa uap air (awan). Lapisan awannya mulai terbentuk dan berharap angin akan kencang hingga menghasilkan hujan di Sumsel," terang dia.

Untuk Palembang, potensi hujan akan lebih besar di kawasan pusat kota. Sebab, berdasarkan data satelit, awan telah mengalami penebalan di beberapa kawasan tersebut. Akibat hujan, terjadi perubahan iklim di antaranya kelembaban kota yang mengalami perubahan dari sebelumnya.

Kota Palembang mengalami peningkatan kelembaban hingga 50-60 persen, dari sebelumnya hanya 30-40 persen. Selain itu, suhu Kota Palembang juga mengalami penurunan. Sebelumnya sekitar 34 derajat, tadi sore turun menjadi 30 derajat.

"Kota Palembang ini sebenarnya sudah mendung, hanya masih terkepung asap yang menjadi masalah. Jika angin bertiup membawa potensi uap air lebih cepat, maka kondisinya bisa hujan. Tapi diperkirakan hujan baru akan terjadi di awal November mendatang," terang dia.
(zik)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
9 jam yang lalu
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved