Polisi Periksa 5 Saksi Meledaknya Pesawat
Senin, 13 Oktober 2014 - 17:22 WIB
Polisi Periksa 5 Saksi Meledaknya Pesawat
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya telah memeriksa lima saksi terkait meledak dan terbakarnya pesawat bekas di Bandara Soetta.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, penyidik sudah mengumpulkan beberapa keterangan dari orang yang berada di lokasi ketika pesawat bekas itu meledak dan terbakar.
"Sudah lima saksi yang dimintai keterangan terkait insiden tersebut, itu rekan kerja korban semua," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/10/2014).
Rikwanto mengungkapkan, sejauh ini penyidik baru menyimpulkan bila peristiwa itu merupakan kecelakaan kerja.
"Sementara ini murni kecelakaan kerja. Tidak ditemukan unsur kesengajaan," singkatnya.
Seperti diberitakan, pesawat bekas terbakar di hanggar, Bandara Soetta, pada Minggu 12 Oktober kemarin.
Insiden tersebut membuat dua pekerja mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary PT GMF Dwi Ajie menjelaskan, bangkai pesawat bekas itu merupakan eks Sriwijaya Air dan sudah dilepas ke pihak ke tiga untuk dilakukan pemusnahan.
Menurut informasi yang didapat Dwi Ajie, saat insiden itu terjadi, pesawat diklaim belum sempat dipotong oleh pihak ketiga yang melakukan pengerjaan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, penyidik sudah mengumpulkan beberapa keterangan dari orang yang berada di lokasi ketika pesawat bekas itu meledak dan terbakar.
"Sudah lima saksi yang dimintai keterangan terkait insiden tersebut, itu rekan kerja korban semua," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/10/2014).
Rikwanto mengungkapkan, sejauh ini penyidik baru menyimpulkan bila peristiwa itu merupakan kecelakaan kerja.
"Sementara ini murni kecelakaan kerja. Tidak ditemukan unsur kesengajaan," singkatnya.
Seperti diberitakan, pesawat bekas terbakar di hanggar, Bandara Soetta, pada Minggu 12 Oktober kemarin.
Insiden tersebut membuat dua pekerja mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary PT GMF Dwi Ajie menjelaskan, bangkai pesawat bekas itu merupakan eks Sriwijaya Air dan sudah dilepas ke pihak ke tiga untuk dilakukan pemusnahan.
Menurut informasi yang didapat Dwi Ajie, saat insiden itu terjadi, pesawat diklaim belum sempat dipotong oleh pihak ketiga yang melakukan pengerjaan.
(whb)