90 % PSK Online di Yogya Berprofesi Mahasiswi

Kamis, 09 Oktober 2014 - 18:53 WIB
90 % PSK Online di Yogya...
90 % PSK Online di Yogya Berprofesi Mahasiswi
A A A
SLEMAN - Mahasiswi di Yogyakarta, ternyata banyak yang nyambi menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di jejaring sosial Facebook. Dengan status mahasiswa, mereka berharap mendapat harga tawar yang tinggi.

Kasubdit III Remaja Anak dan Wanita (Renakta) AKBP Wahyu Agung Jatmiko mengatakan, perempuan-perempuan koleksi prostitusi online kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswi.

Namun, bagi mereka yang bukan mahasiswi, sang germo pun mendoktrin supaya mengaku kepada pelanggan sebagai cewek kampus, untuk menaikkan harga. Terlebih, Yogyakarta sebagai kota pelajar memiliki banyak perguruan tinggi.

"Itulah yang menjadikan kalangan mahasiswi masih tetap dicari. Dari perempuan-perempuan yang terpampang dalam Facebook itu, 90 % mahasiswi," katanya, kepada wartawan, Kamis (9/10/2014).

Mereka yang menjadi koleksi pun berasal dari luar daerah, seperti Kalimantan, Purworejo, ataupun Banyumas. Meski status perempuan itu masih mahasiswi, di antara mereka ada yang sudah semester lama, bahkan sudah tidak lagi aktif kuliah.

"Tetapi, status sebagai mahasiswi tetap dipertahankan. Rata-rata usianya 20 sampai 28 tahun, pun begitu ada pula yang masih 19 tahun dan 16 tahun," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sejak Maret 2014, Polda DIY telah berhasil menindak kasus perdagangan manusia sebanyak enam kali dengan jumlah tersangka sebanyak tujuh orang.

Sebelumnya, dari penelusuran terhadap grup-grup prostitusi online dijejaring sosial Facebook selama dua tahun, berhasil diamankan lima tersangka yang diduga sebagai mucikari dan pemilik grup seks.

Mereka yang ditangkap yaitu Ir (32), admin dan pemilik grup Facebook yang menyediakan jasa prostitusi. Tidak hanya pemilik grup seks, tersangka Ir juga memiliki situs yang menyediakan konten porno.

Tersangka lain adalah Am (40), Aoa (25), Hh (29), dan As (30). Mereka bertugas memposting foto-foto perempuan yang akan ditawarkan. Kelima tersangka bukan berasal dari kelompotan yang sama, dan memiliki grup maupun perempuan berbeda.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
54 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
59 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
1 jam yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
1 jam yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved