TKI Asal Batam Disiksa Majikannya di Malaysia

Senin, 06 Oktober 2014 - 21:35 WIB
TKI Asal Batam Disiksa...
TKI Asal Batam Disiksa Majikannya di Malaysia
A A A
BATAM - TKI Asal Batam Disiksa Majikannya di Malaysia. Kasus penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) oleh majikannya di Malaysia terus terjadi.

Kali ini, Dani Rianti yang menjadi korban, wanita (19) tahun ini dianiaya majikannya sejak Mei 2014 di Pahang, Malaysia.

Warga Perumahan Taman Raya Tahap III RT 03 / RW 18 blok GT nomor 2, Batam ini sempat mendapatkan perawatan intensif selama lima hari di salah satu rumah sakit di Negeri Jiran itu. Dia mengalami luka memar di sekujur tubuh dan wajahnya.

Informasi yang dihimpun, Rianti melarikan diri dari rumah majikannya pada Kamis (21/8) silam. Korban bekerja selama tiga bulan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di rumah pasangan Rahman Jauhari dan Marziah binti Kosim.

Tak tahan sering dianiaya majikan, Rianti yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah 19 Oktober 1995 itu kabur dan melaporkan kasus yang dialaminya ke kantor kepolisian setempat.

Pihak Polis Diraja Malaysia (PDRM) lalu menyerahkan ke Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur.

"Rianti mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Matanya lebam akibat dipukuli," kata Wakil Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Malaysia, Hermono yang dihubungi wartawan, Senin (6/10).

Dia menuturkan, yang melakukan penganiayaan adalah majikan perempuannya Marziah binti Kosim. Rianti sempat beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan saat ini berada di pengawasan dan ditempatkan di shelter KBRI Kuala Lumpur.

"Kondisi kesehatannya sudah membaik. Kasusnya sudah ditangani peradilan di Malaysia dan masih menunggu kapan persidangannya dimulai," ujarnya.

Sementara itu, majikan perempuannya sempat menjalani pemeriksaan di kepolisian Malaysia, namun Marziah binti Kosim tidak ditahan. "Kami terima kabar dari kepolisian majikan perempuannya sedang diperiksa kejiwaannya," kata Hermono.

Deputi Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Lisna Yoeliani Poeloengan yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan yang dialami TKI asal Batam di Malaysia. Pihak BNP2TKI juga sudah menjenguk Rianti di Malaysia.

"Kondisi korban sudah membaik. Saya sudah melihat dan bertemu dengannya," kata Lisna.

Kasusnya saat ini sudah ditangani aparat penegak hukum setempat. Bahkan kepolisian Malaysia sudah memeriksa majikan perempuan yang melakukan penganiayaan terhadap Rianti. "Tapi majikannya tidak ditahan," ujarnya.
(ilo)
Berita Terkait
Tak Punya Rasa Kemanusiaan,...
Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Mantan Politisi Malaysia Siksa TKW Asal Banjarnegara selama 5 Tahun
Dituduh Guna-guna Majikan...
Dituduh Guna-guna Majikan di Arab Saudi, TKI asal Sukabumi Disiksa dan Disiram Air Panas
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
Kronologi TKI Asal Sukabumi...
Kronologi TKI Asal Sukabumi Disiksa dan Disiram Air Panas karena Dituduh Guna-guna Majikan
Siksa dan Paksa TKI...
Siksa dan Paksa TKI Makan Kapas Kotor, Seorang Wanita di Singapura Diamankan
Dubes Hermono: Banyak...
Dubes Hermono: Banyak PRT Indonesia Diperlakukan seperti Budak Zaman Modern di Malaysia
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved