Bibit Konflik di Jajaran Bawah TNI-Polri Harus Dituntaskan
Senin, 22 September 2014 - 19:19 WIB
Bibit Konflik di Jajaran Bawah TNI-Polri Harus Dituntaskan
A
A
A
BATAM - Indonesia Police Watch (IPW) meminta bibit-bibit konflik di jajaran bawah antara aparat TNI-Polri diselesaikan hingga tuntas. Sehingga letupan yang gampang tersulut dan menjadi konflik serta bentrokan dapat dihindari.
Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, ujung dari akar masalahnya sebenarnya adalah soal ekonomi atau ketimpangan ekonomi.
Di mana biaya hidup yang kian tinggi kerap membuat jajaran bawah, baik TNI maupun Polri terlibat aksi backing-backingan maupun jasa pengamanan.
Dalam persaingan jasa pengamanan ini kerap muncul semangat korps atau semangat korsa yang berlebihan dan terkadang lebih mengedepankan arogansi dan superior. Terutama jika satu sama lain merasa terganggu kepentingannya.
"Untuk mengatasinya perlu kesamaan persepsi dan tindakan di kalangan elit masing-masing bahwa para elit maupun jajaran bawah tidak boleh terlibat dalam backing atau jasa pengamanan, " kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis yang dikirimnya ke Sindonews.com, terkait bentrok antara TNI-Polri di Batam, Senin (22/9/2014).
Bagi yang terlibat, kata Neta, institusi harus memecatnya. Tapi konsekuensinya negara harus memberikan kesejahteraan yang layak buat personel TNI maupun Polri.
IPW juga menyesalkan bentrokan antara TNI-Polri yang terjadi di Batam. Apalagi mengingat Batam adalah pintu gerbang yang berbatasan langsung dengan Singapura.
Dengan kondisi seperti ini seharusnya semua aparat keamanan dapat menahan diri agar citra bangsa Indonesia dapat tetap terjaga.
Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, ujung dari akar masalahnya sebenarnya adalah soal ekonomi atau ketimpangan ekonomi.
Di mana biaya hidup yang kian tinggi kerap membuat jajaran bawah, baik TNI maupun Polri terlibat aksi backing-backingan maupun jasa pengamanan.
Dalam persaingan jasa pengamanan ini kerap muncul semangat korps atau semangat korsa yang berlebihan dan terkadang lebih mengedepankan arogansi dan superior. Terutama jika satu sama lain merasa terganggu kepentingannya.
"Untuk mengatasinya perlu kesamaan persepsi dan tindakan di kalangan elit masing-masing bahwa para elit maupun jajaran bawah tidak boleh terlibat dalam backing atau jasa pengamanan, " kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis yang dikirimnya ke Sindonews.com, terkait bentrok antara TNI-Polri di Batam, Senin (22/9/2014).
Bagi yang terlibat, kata Neta, institusi harus memecatnya. Tapi konsekuensinya negara harus memberikan kesejahteraan yang layak buat personel TNI maupun Polri.
IPW juga menyesalkan bentrokan antara TNI-Polri yang terjadi di Batam. Apalagi mengingat Batam adalah pintu gerbang yang berbatasan langsung dengan Singapura.
Dengan kondisi seperti ini seharusnya semua aparat keamanan dapat menahan diri agar citra bangsa Indonesia dapat tetap terjaga.
(sms)