Pemulung Serbu Bongkaran Bangunan di Jalan Fatmawati

Kamis, 04 September 2014 - 14:22 WIB
Pemulung Serbu Bongkaran...
Pemulung Serbu Bongkaran Bangunan di Jalan Fatmawati
A A A
JAKARTA - Puing-puing sisa bongkaran di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, menjadi incaran para pemulung yang bisa dijual. Lahan bongkaran itu akan digunakan proyek Mass Rapit Transit (MRT).

Berdasarkan pantauan SINDO, sedikitnya ada tiga titik tumpukan puing yang menjadi tujuan dari pada pemulung. Antara lain tumpukan puing bekas Apotek Retno, dan dua titik di seberang Pasar Blok A. Mereka membawa palu dan gergaji.

Puing-puing yang bentuknya masih tembok besar, mereka hancurkan menggunakan palu untuk diambil besi-besi penyangga yang berada di dalamnya. Untuk memudahkan, besi yang panjang digergaji secara manual.

"Iya tadi sudah izin dengan pemilik bangunan, dan diperbolehkan untuk mengambil sisa-sisa puing yang isinya ada besinya," kata Aziz, salah seorang pemulung yang sedang menggergaji besi pondasi bangunan di depan Pasar Blok A, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2014).

Aziz menuturkan, dia bersama empat orang teman lainnya memang biasa mengasi sisa-sisa puing rumah atau bangunan yang sudah tua maupun roboh. Agar cepat, kelompok ini membagi tugas pekerjaan untuk bisa mendapatkan barang-barang yang dapat menghasilkan uang.

"Biasanya kita ambil jenis besi-besi pondasi dinding, jadi bagi tugas ada yang menghancurkan batunya dan ada yang menggergaji besinya," ucap Aziz.

Dia mengatakan, kelompoknya hanya mengambil sisa-sisa barang yang bisa dijual. Antara lain besi, alumunium, tembaga, ataupun kardus dan koran.

"Lumayan kalau dari satu bangunan besar seperti ini bisa dapat besi sampai 10 kilogram. Syukur kalau ada tambahan barang tembaga, kardus, ataupun alumunium," tuturnya.

Harga besi per kilogram sekarang mencapai Rp2.900-4.000, tergantung kualitas besinya. Sementara untuk alumunium Rp13 ribu per kilogram.

"Yang mahal itu tembaga bisa dapat minimal Rp55 ribu per kilogramnya," ucap pria asal Banyumas yang tinggal di Cipete Selatan ini.

Sekadar diketahui, Rabu 3 September 2014, sebanyak 59 bangunan di Jalan Fatmawati Raya dibongkar aparat gabungan Pemprov DKI Jakarta. Pembongkaran ini merupakan langkah percepatan untuk pembangunan lintasan MRT.

Rencananya di sepanjang Jalan Fatmawati Raya-Jalan Panglima Polim akan ada empat stasiun MRT, di antaranya berada di dekat perempatan RS Fatmawati, perempatan Cipete Raya, depan Jalan Haji Nawi, dan dekat Pasar Blok A.
(mhd)
Berita Terkait
Bangunan Sekolah Tergusur,...
Bangunan Sekolah Tergusur, Siswa SDN 2 Tepus Gunungkidul Terpaksa Belajar di Balai Pedukuhan
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Pembangunan Tol CIBICI,...
Pembangunan Tol CIBICI, Puluhan Rumah di Kampung Sawah Dibongkar
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Wagub DKI: Kami Tidak...
Wagub DKI: Kami Tidak Pernah Melakukan Penggusuran Paksa
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
20 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
38 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
46 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
57 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved