Pemprov DKI Kapok Beli Bus Merek Tak Jelas
Rabu, 03 September 2014 - 20:50 WIB
Pemprov DKI Kapok Beli Bus Merek Tak Jelas
A
A
A
JAKARTA - Rentetan masalah Bus Transjakarta asal China membuat kapok Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bahkan, pemerintah tak mau membeli bus dengan merek yang tidak jelas.
"Kita tidak mau pakai merek yang enggak jelas, harus standar internasional (busnya)," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9/2014).
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, kedepan bus Transjakarta akan dikelola oleh PT Transjakarta yang sudah diresmikan beberapa waktu yang lalu. Saat ini, masih proses transisi dengan Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta.
"Ke depan PT (Transjakarta) yang kendalikan, nanti semua bus yang ada dibayar rupiah per kilometer oleh PT Transjakarta. PSO kita akan bayarnya sisa, kekurangan kita yang tidak bisa dibayarkan oleh masyarakat," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Bus Transjakarta yang dibeli oleh Dishub DKI Jakarta dari China belum ada setahun, tapi insiden kerap terjadi. Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah bus merek Yutong yang terbakar di depan Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
"Kita tidak mau pakai merek yang enggak jelas, harus standar internasional (busnya)," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9/2014).
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, kedepan bus Transjakarta akan dikelola oleh PT Transjakarta yang sudah diresmikan beberapa waktu yang lalu. Saat ini, masih proses transisi dengan Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta.
"Ke depan PT (Transjakarta) yang kendalikan, nanti semua bus yang ada dibayar rupiah per kilometer oleh PT Transjakarta. PSO kita akan bayarnya sisa, kekurangan kita yang tidak bisa dibayarkan oleh masyarakat," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Bus Transjakarta yang dibeli oleh Dishub DKI Jakarta dari China belum ada setahun, tapi insiden kerap terjadi. Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah bus merek Yutong yang terbakar di depan Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
(mhd)