Warga Protes Ancaman Denda Rp500 Ribu, Dishub Cuek Saja
Rabu, 03 September 2014 - 15:12 WIB
Warga Protes Ancaman Denda Rp500 Ribu, Dishub Cuek Saja
A
A
A
JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tak mau menanggapi protes warga soal denda Rp500.000 bagi pemarkir liar. Dishub DKI tetap akan menjalankan kebijakan represif menertibkan parkir liar.
"(Kalau enggak mau didenda), ya jangan melanggar dong," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta M Akbar saat dihubungi Sindonews, Rabu (3/9/2014).
Menurut Akbar, penerapan denda sebesar Rp500.000 itu adalah peraturan daerah (perda) yang telah ditetapkan oleh pimpinan dan DPRD sebagai wakil rakyat.
"Yang menetapkan itu kan bukan kami, tapi adalah rakyat Jakarta melalui perwakilan DPRD yang menetapkan peraturan tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, Danu Sangaji pengendara yang parkir di Glodok, Jakbar menganggap denda Rp500 ribu merupakan aturan keterlaluan yang dibuat Dishub.
Dirinya tetap akan memarkir di dekat jalan, karena kesulitan untuk mencari lahan parkir. Terlebih parkir di bahu jalan juga diatur oleh petugas berseragam biru milik pemerintah.
"Mau parkir di mana? Kalau mau buat kebijakan tuh pikir dahulu solusinya. Ini kan sinting namanya," kata Danu saat ditemui di kawasan Glodok, Senin 1 September 2014.
"(Kalau enggak mau didenda), ya jangan melanggar dong," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta M Akbar saat dihubungi Sindonews, Rabu (3/9/2014).
Menurut Akbar, penerapan denda sebesar Rp500.000 itu adalah peraturan daerah (perda) yang telah ditetapkan oleh pimpinan dan DPRD sebagai wakil rakyat.
"Yang menetapkan itu kan bukan kami, tapi adalah rakyat Jakarta melalui perwakilan DPRD yang menetapkan peraturan tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, Danu Sangaji pengendara yang parkir di Glodok, Jakbar menganggap denda Rp500 ribu merupakan aturan keterlaluan yang dibuat Dishub.
Dirinya tetap akan memarkir di dekat jalan, karena kesulitan untuk mencari lahan parkir. Terlebih parkir di bahu jalan juga diatur oleh petugas berseragam biru milik pemerintah.
"Mau parkir di mana? Kalau mau buat kebijakan tuh pikir dahulu solusinya. Ini kan sinting namanya," kata Danu saat ditemui di kawasan Glodok, Senin 1 September 2014.
(mhd)