Perampok Gasak 2 Kg Emas dan Uang Rp20 Juta
Senin, 01 September 2014 - 21:32 WIB
Perampok Gasak 2 Kg Emas dan Uang Rp20 Juta
A
A
A
SEMARANG - Kawanan perampok diduga menggunakan senjata api menggasak emas berbentuk perhiasan seberat 2 kg. Mereka juga menyikat uang tunai sekitar Rp20 juta di Toko Emas Adil, Kompleks Pasar Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (1/9/2014) siang.
Catatan KORAN SINDO, toko emas ini juga sempat dirampok kawanan pelaku bersenpi dua tahun lalu, tepatnya pada Selasa (20/3/2012) siang. Saat itu, selain Toko Emas Adil, Toko Emas Nur yang lokasinya berdekatan juga dirampok. Pelaku berjumlah empat orang menggunakan tiga sepeda motor, taksiran kerugian total saat itu sekitar 6kg emas atau sekitar Rp1 miliar.
Pada perampokan hari ini, pelaku diduga berjumlah 8 orang, menggunakan empat sepeda motor. Mereka beraksi sekitar pukul 10.00 WIB. Kawanan perampok mendatangi toko yang merupakan lokasi ramai karena di kompleks pasar. Empat pelaku masuk dan menodong pemilik serta penjaga toko dengan pistol, sementara empat lainnya menunggu di atas sepeda motor, mengawasi sambil mengancam warga agar tidak berteriak minta tolong ataupun melakukan perlawanan.
Kapolres Purbalingga AKBP I Ketut Suwitra membenarkan terjadinya perampokan di siang bolong itu.
"Keterangan pemilik dan penjaga toko, sempat ditodong pistol senjata api. Tetapi tidak sempat ditembakkan. Kami masih dalami keterangannya, termasuk senpi atau tidak, juga jenisnya apakah FN atau revolver. Yang jelas laras pendek. Korban juga tidak berani melihat jelas saat ditodong," ungkap mantan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Semarang saat dikonfirmasi KORAN SINDO via telepon seluler, Senin (1/9/2014).
Suwitra menambahkan, dari keterangan pemilik toko, emas yang digasak perampok berjumlah sekitar 2 kg dan uang tunai Rp20 juta.
"Itu emas berbentuk perhiasan, ada cincin, kalung, gelang. Emas muda. Kalau uang yang ikut dibawa para pelaku sekitar 20 juta, informasinya tadi malam ada Rp18 juta dan pagi ada penjualan perhiasan Rp2 juta," jelasnya.
Pihaknya juga membenarkan bahwa Toko Emas Adil sempat dirampok pada 2012. Beberapa pelaku ditangkap petugas gabungan termasuk dari Polda Jawa Tengah.
"Kami masih analisa, apakah ada kaitannya dengan pelaku lama. Tapi kita tidak bisa nuduh dong, perlu bukti-bukti. Sekarang masih dalam penyelidikan," jelasnya.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain juga terus dilakukan. Namun, insiden itu tidak terekam Closed Circuit Television (CCTV). "Ada CCTV dua buah, tetapi enggak hidup, enggak ada servernya," kata Suwitra.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol A. Liliek Darmanto membenarkan insiden itu. "Sementara ditangani polres. Kami lihat perkembangannya. Kalau ada lintas polres, melibatkan beberapa polres, kami back up," ucapnya saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Senin (1/9/2014) sore.
Catatan KORAN SINDO, toko emas ini juga sempat dirampok kawanan pelaku bersenpi dua tahun lalu, tepatnya pada Selasa (20/3/2012) siang. Saat itu, selain Toko Emas Adil, Toko Emas Nur yang lokasinya berdekatan juga dirampok. Pelaku berjumlah empat orang menggunakan tiga sepeda motor, taksiran kerugian total saat itu sekitar 6kg emas atau sekitar Rp1 miliar.
Pada perampokan hari ini, pelaku diduga berjumlah 8 orang, menggunakan empat sepeda motor. Mereka beraksi sekitar pukul 10.00 WIB. Kawanan perampok mendatangi toko yang merupakan lokasi ramai karena di kompleks pasar. Empat pelaku masuk dan menodong pemilik serta penjaga toko dengan pistol, sementara empat lainnya menunggu di atas sepeda motor, mengawasi sambil mengancam warga agar tidak berteriak minta tolong ataupun melakukan perlawanan.
Kapolres Purbalingga AKBP I Ketut Suwitra membenarkan terjadinya perampokan di siang bolong itu.
"Keterangan pemilik dan penjaga toko, sempat ditodong pistol senjata api. Tetapi tidak sempat ditembakkan. Kami masih dalami keterangannya, termasuk senpi atau tidak, juga jenisnya apakah FN atau revolver. Yang jelas laras pendek. Korban juga tidak berani melihat jelas saat ditodong," ungkap mantan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Semarang saat dikonfirmasi KORAN SINDO via telepon seluler, Senin (1/9/2014).
Suwitra menambahkan, dari keterangan pemilik toko, emas yang digasak perampok berjumlah sekitar 2 kg dan uang tunai Rp20 juta.
"Itu emas berbentuk perhiasan, ada cincin, kalung, gelang. Emas muda. Kalau uang yang ikut dibawa para pelaku sekitar 20 juta, informasinya tadi malam ada Rp18 juta dan pagi ada penjualan perhiasan Rp2 juta," jelasnya.
Pihaknya juga membenarkan bahwa Toko Emas Adil sempat dirampok pada 2012. Beberapa pelaku ditangkap petugas gabungan termasuk dari Polda Jawa Tengah.
"Kami masih analisa, apakah ada kaitannya dengan pelaku lama. Tapi kita tidak bisa nuduh dong, perlu bukti-bukti. Sekarang masih dalam penyelidikan," jelasnya.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain juga terus dilakukan. Namun, insiden itu tidak terekam Closed Circuit Television (CCTV). "Ada CCTV dua buah, tetapi enggak hidup, enggak ada servernya," kata Suwitra.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol A. Liliek Darmanto membenarkan insiden itu. "Sementara ditangani polres. Kami lihat perkembangannya. Kalau ada lintas polres, melibatkan beberapa polres, kami back up," ucapnya saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah, Senin (1/9/2014) sore.
(zik)