Pemuda Tewas Ditikam 3 Pria Tak Dikenal
Sabtu, 09 Agustus 2014 - 10:57 WIB
Pemuda Tewas Ditikam 3 Pria Tak Dikenal
A
A
A
POSO - Andika Ramadani (20) warga Poso terbujur kaku di ruang jenasah rsud Poso setelah ditikam tiga pria tak dikenal di Eros Kafe, tepi Pantai Penghibur, Kabupaten Poso Sabtu dinihari ini.
Pemuda yang baru menikah ini menghembuskan nafasnya yang terakhir pada pukul 04.05 Wita karena kehabisan darah akibat luka tusukan pada dada bagian kanan yang mengenai paru parunya.
Sebelumnya Andika sempat dirawat di RSUD Poso namun setelah beberapa menit kemudian akhirnya meninggal dunia.
Berdasarkan kronologis yang dihimpun dari pihak Polres Poso menyebutkan korban saat itu sedang makan di Eros Kafe, saat sedang makan tiba tiba datang tiga orang berboncengan menggunakan sebuah sepeda motor.
Korban sempat berbasa basi menawarkan makan kepada ketiga orang tersebut. Namun tiba tiba seorang pelaku menghujamkan pisau dapur ke dada bagian kanannya. Pelaku kemudian langsung melarikan diri.
Kapolres Poso akbp Susnadi menerangkan, dari posisi pisau yang menancap pada dada kanan korban sehingga pelaku penikaman diduga bertipikal kidal.
Untuk mengungkap kasus tersebut, kata dia, pihak kepolisian telah memeriksa setidaknya tiga orang saksi serta gelar olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh satuan identifikasi forensik Polres Poso.
Polisi kini juga sedang memeriksa rekaman cctv yang dipasang oleh pihak kepolisian di sejumlah titik ruas jalan di Kota Poso yang kemungkinan menjadi rute pelarian para pelaku.
Peristiwa penikaman itu mengejutkan warga sekitar yang terpantau memadati lokasi tempat kejadian untuk melihat bekas-bekas peristiwa dari kejadian tersebut.
Di lokasi nampak bekas bekas darah yang menempel pada trotoar jalan termasuk benda benda milik korban berupa sandal, topi dan sebuah sepeda motor.
Sementara itu jenasah Andika Ramadani siang ini akan dibawa ke rumah orang tuanya di Masamba, Sulawesi Selatan namun masih menunggu kedatangan istrinya dari Kabupaten Parigi Moutong.
Pemuda yang baru menikah ini menghembuskan nafasnya yang terakhir pada pukul 04.05 Wita karena kehabisan darah akibat luka tusukan pada dada bagian kanan yang mengenai paru parunya.
Sebelumnya Andika sempat dirawat di RSUD Poso namun setelah beberapa menit kemudian akhirnya meninggal dunia.
Berdasarkan kronologis yang dihimpun dari pihak Polres Poso menyebutkan korban saat itu sedang makan di Eros Kafe, saat sedang makan tiba tiba datang tiga orang berboncengan menggunakan sebuah sepeda motor.
Korban sempat berbasa basi menawarkan makan kepada ketiga orang tersebut. Namun tiba tiba seorang pelaku menghujamkan pisau dapur ke dada bagian kanannya. Pelaku kemudian langsung melarikan diri.
Kapolres Poso akbp Susnadi menerangkan, dari posisi pisau yang menancap pada dada kanan korban sehingga pelaku penikaman diduga bertipikal kidal.
Untuk mengungkap kasus tersebut, kata dia, pihak kepolisian telah memeriksa setidaknya tiga orang saksi serta gelar olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh satuan identifikasi forensik Polres Poso.
Polisi kini juga sedang memeriksa rekaman cctv yang dipasang oleh pihak kepolisian di sejumlah titik ruas jalan di Kota Poso yang kemungkinan menjadi rute pelarian para pelaku.
Peristiwa penikaman itu mengejutkan warga sekitar yang terpantau memadati lokasi tempat kejadian untuk melihat bekas-bekas peristiwa dari kejadian tersebut.
Di lokasi nampak bekas bekas darah yang menempel pada trotoar jalan termasuk benda benda milik korban berupa sandal, topi dan sebuah sepeda motor.
Sementara itu jenasah Andika Ramadani siang ini akan dibawa ke rumah orang tuanya di Masamba, Sulawesi Selatan namun masih menunggu kedatangan istrinya dari Kabupaten Parigi Moutong.
(sms)