Bilang Stres, Ahok Siapkan Jabatan Bagus untuk Lasro
Kamis, 07 Agustus 2014 - 11:09 WIB
Bilang Stres, Ahok Siapkan Jabatan Bagus untuk Lasro
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, tengah menyiapkan posisi bagus untuk Lasro Marbun dibanding jadi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta. Dia juga membantah, Lasro mundur dari Kadisdik karena stres menghadapi masalah diinternalnya.
"Enggak (mundur karena stres), kita mau tempatkan dia (Lasro) di tempat posisi yang lebih baik yang bisa bantu saya (Ahok) di sini. Karena dia (Lasro) tahu semua peraturan segala macam. Saya ingin dia bantu saya di Balai Kota, kalau di dinas kan kantornya beda," tukas pria yang biasa disapa Ahok ini di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Politikus Partai Gerindra ini menuturkan, mantan Kepala Biro Ortala DKI itu tidak pusing menghadapi masalah di Disdik DKI Jakarta. Tetapi, Lasro ditempatkan diposisi itu justru untuk membereskan permasalahan di internal dinas tersebut.
"(Lasro) enggak (pusing hadapi masalah) kok, kita naikin dia buat bantai orang kok, ngirim dia memang untuk beresin masalah. Dia itu bagus, berani, dia kuasai semua, dia itu kamus berjalan saya bilang, dipindahkan ke balai kota, namun masih rahasia dimana tempatnya aku enggak mau bilang," tukasnya.
Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, dipilihnya Lasro untuk menggantikan Taufik Yudi Mulyanto sebagai Kadisdik karena dia itu orangnya berani merubah sistem. Sedangkan Taufik tidak berani.
"Kalau Kadisdik yang dahulu enggak berani ubah sistem, Kadisdik yang lama itu baik, tapi dia enggak berani ubah sistem, enggak berani memotong anggaran. Kalau Lasro berani, sistem semua dia ubah habis itu dia siapkan juga pengganti sistemnya. Bedanya disitu," tukasnya.
Ahok kemudian menegaskan kembali bahwa sang 'kamus berjalan' dirinya itu meminta mundur bukan karena frustasi. "Enggak (frustasi) kok," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok mengatakan, Lasro Marbun pernah menemuinya dan meminta untuk pindah posisi dari jabatan Kadisdik DKI Jakarta. Karena, terlalu stres mengurusi permasalahan di internal Disdik DKI.
"Pak Lasro dia sudah enggak tahan. Mengalami stres tinggi dan minta pindah," katanya, Rabu 6 Agustus 2014.
"Enggak (mundur karena stres), kita mau tempatkan dia (Lasro) di tempat posisi yang lebih baik yang bisa bantu saya (Ahok) di sini. Karena dia (Lasro) tahu semua peraturan segala macam. Saya ingin dia bantu saya di Balai Kota, kalau di dinas kan kantornya beda," tukas pria yang biasa disapa Ahok ini di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Politikus Partai Gerindra ini menuturkan, mantan Kepala Biro Ortala DKI itu tidak pusing menghadapi masalah di Disdik DKI Jakarta. Tetapi, Lasro ditempatkan diposisi itu justru untuk membereskan permasalahan di internal dinas tersebut.
"(Lasro) enggak (pusing hadapi masalah) kok, kita naikin dia buat bantai orang kok, ngirim dia memang untuk beresin masalah. Dia itu bagus, berani, dia kuasai semua, dia itu kamus berjalan saya bilang, dipindahkan ke balai kota, namun masih rahasia dimana tempatnya aku enggak mau bilang," tukasnya.
Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, dipilihnya Lasro untuk menggantikan Taufik Yudi Mulyanto sebagai Kadisdik karena dia itu orangnya berani merubah sistem. Sedangkan Taufik tidak berani.
"Kalau Kadisdik yang dahulu enggak berani ubah sistem, Kadisdik yang lama itu baik, tapi dia enggak berani ubah sistem, enggak berani memotong anggaran. Kalau Lasro berani, sistem semua dia ubah habis itu dia siapkan juga pengganti sistemnya. Bedanya disitu," tukasnya.
Ahok kemudian menegaskan kembali bahwa sang 'kamus berjalan' dirinya itu meminta mundur bukan karena frustasi. "Enggak (frustasi) kok," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok mengatakan, Lasro Marbun pernah menemuinya dan meminta untuk pindah posisi dari jabatan Kadisdik DKI Jakarta. Karena, terlalu stres mengurusi permasalahan di internal Disdik DKI.
"Pak Lasro dia sudah enggak tahan. Mengalami stres tinggi dan minta pindah," katanya, Rabu 6 Agustus 2014.
(mhd)