Diserbu Puluhan Ribu Pendatang, Ini Tanggapan Ahok
Senin, 04 Agustus 2014 - 11:20 WIB
Diserbu Puluhan Ribu Pendatang, Ini Tanggapan Ahok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menanggapi santai mengenai perkiraan pendatang yang mencapai puluhan ribu hasil survei Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta.
Ahok menganggap Jakarta sangat terbuka dan siapapun boleh datang.
"Kita ambil contoh sederhana saja, pembantu rumah tangga saja pulang kampung, ibu-ibu pasti pesan ke pembantunya kalau ada yang mau kerja diajak ya. Nah kenapa PRT boleh? Karena mereka masih ditampung di bosnya," ujarnya di Balai Kota, Senin (4/8/2014).
Menurut Ahok yang paling repot adalah buruh-buruh pabrik yang datang tetapi tidak diberikan tempat tinggal.
"Justru Jakarta yang paling repot itu pabrik-pabrik, itu merekrut tenaga kerja muda supaya bisa dibayar murah. Itu yang saya larang," terangnya.
Apalagi, lanjut Ahok, pihak pabrik tidak menyediakan tempat tinggal sehingga mereka terpaksa tinggal di pinggir-pinggir sungai atau di kolong jembatan.
"Nah ini yang bahaya. Kita mau dorong pabrik-pabrik itu keluar dari jakarta saja," tukasnya.
Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, tak masalah orang kerja di Jakarta. Akan tetapi, harus diimbangi dengan tempat tinggal yang layak.
"Boleh saja ngadu nasib tapi kamu harus tinggal sama saudara, sama teman kamu. Kalau kamu bisa berhasil kita kasih tinggal, kalau enggak kamu mesti pulang kampung juga," pungkasnya.
Ahok menganggap Jakarta sangat terbuka dan siapapun boleh datang.
"Kita ambil contoh sederhana saja, pembantu rumah tangga saja pulang kampung, ibu-ibu pasti pesan ke pembantunya kalau ada yang mau kerja diajak ya. Nah kenapa PRT boleh? Karena mereka masih ditampung di bosnya," ujarnya di Balai Kota, Senin (4/8/2014).
Menurut Ahok yang paling repot adalah buruh-buruh pabrik yang datang tetapi tidak diberikan tempat tinggal.
"Justru Jakarta yang paling repot itu pabrik-pabrik, itu merekrut tenaga kerja muda supaya bisa dibayar murah. Itu yang saya larang," terangnya.
Apalagi, lanjut Ahok, pihak pabrik tidak menyediakan tempat tinggal sehingga mereka terpaksa tinggal di pinggir-pinggir sungai atau di kolong jembatan.
"Nah ini yang bahaya. Kita mau dorong pabrik-pabrik itu keluar dari jakarta saja," tukasnya.
Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, tak masalah orang kerja di Jakarta. Akan tetapi, harus diimbangi dengan tempat tinggal yang layak.
"Boleh saja ngadu nasib tapi kamu harus tinggal sama saudara, sama teman kamu. Kalau kamu bisa berhasil kita kasih tinggal, kalau enggak kamu mesti pulang kampung juga," pungkasnya.
(ysw)