Gaji Tak Dibayar, ABK Polisikan Pimpinan Perusahaan

Minggu, 20 Juli 2014 - 14:25 WIB
Gaji Tak Dibayar, ABK...
Gaji Tak Dibayar, ABK Polisikan Pimpinan Perusahaan
A A A
SEMARANG - Pimpinan perusahaan PT Dafa Putra Jaya, Rudy Wijaya Saputra harus siap berurusan dengan hukum. Sebab, dilaporkan ke Polisi oleh tiga anak buahnya karena diduga melakukan penipuan.

Rudi dilaporkan oleh Tino Yanuar, M Boguin Nova dan Sarwan ke Mapolrestabes Semarang, Minggu (20/7/2014). Sebab menurut ketiganya, Rudi telah menipu mereka karena tidak melakukan pembayaran gaji selama mereka bekerja di perusahaan itu.

Kepada wartawan, Tino menceritakan jika kejadian bermula saat mereka bekerja sebagai ABK di perusahaan yang beralamat di Jalan Abdulrahman Saleh No 262 B Semarang Barat sejak bulan Oktober-Juli 2014. Ketiganya dipekerjakan sebagai ABK di kapal yang beroperasi di Afrika.

"Kami dipekerjakan di kapal milik perusahaan itu yang beroperasi di Afrika. Saat itu, pimpinan menjanjikan gaji 170 USD perbulan atau sekitar Rp2 jutaan kepada kami," kata Tino.

Gaji tersebut, lanjut Tino, diberikan secara dua tahap, yakni 50 USD diberikan secara langsung di kapal, sementara sisanya yakni 120 USD akan dikirimkan ke masing-masing keluarga ABK.

"Kami menyetujuinya kemudian kami memberikan nomor rekening masing-masing keluarga kami yang di rumah untuk keperluan transfer itu," lanjut dia.

Usai perjanjian tersebut, mereka kemudian memulai kerja di Afrika. Namun usai pulang, mereka mendapatkan kabar jika uang kiriman dari perusahaan ke rumah macet.

"Keluarga kami mengaku hanya mendapatkan transferan uang selama tiga bulan sejak keberangkatan kami. Selanjutnya mereka tidak pernah menerimanya," papar Tino.

Jika dihitung-hitung, lanjut Tino, selama masa kerja mereka yakni Oktober 2013-Juli 2014, maka tunggakan perusahaan kepada mereka mencapai Rp61 juta.

"Gaji saya dan Nova yang tidak dibayarkan masing-masing Rp19,4 jutaan, sementara Sarwan yang paling banyak, yakni Rp23 juta lebih," pungkasnya.

Setelah itu, beberapa ABK tersebut meminta pertanggungjawaban kepada PT Dafa Putra Jaya terkait gaji yang tidak dibayarkan itu. Namun hingga kini, mereka tidak mendapatkan apa yang telah menjadi haknya itu.

"Bahkan kami disuruh menunggu dan terus menunggu. Kami meminta hak kami dan terkesan diterlantarkan. Makanya kesabaran kami sudah habis dan membawa kasus ini ke ranah hukum," kata Nova.

Hingga saat ini, kasus penipuan tersebut masih ditangani pihak Sat Reskrim Polrestabes Senarang.
(sms)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
48 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved