Bareskrim Polri Amankan Puluhan WNA di Semarang
Sabtu, 19 Juli 2014 - 18:53 WIB
Bareskrim Polri Amankan Puluhan WNA di Semarang
A
A
A
SEMARANG - Jajaran Bareskrim Mabes Polri dan Reserse Polda Jawa Tengah melakukan penggerebekan di sebuah rumah mewah di Jalan Papandayan Nomor 37, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang. Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak 33 orang yang diduga Warga Negara Asing (WNA) asal Korea ditangkap.
Suasana penggerebekan berlangsung cukup tertutup. Tidak ada petugas yang mau dimintai konfirmasi terkait penggerebekan tersebut. Setelah ditunggu beberapa jam, 33 orang tersebut dibawa keluar dari dalam rumah dan dimasukkan ke dalam mobil polisi dan dibawa pergi.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, dari informasi yang diperoleh, 33 orang yang ditangkap tersebut merupakan hacker dengan sasaran di China. "Indikasi tersangka adalah hacker yang menyasar di China," kata dia saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (19/7/2014).
Dari informasi yang berhasil dihimpun, petugas langsung melakukan proses interogasi kepada 33 orang tersebut pukul 09.30 WIB di rumah mewah bercat putih itu. Dari proses interogasi tersebut, diketahui ada satu warga Indonesia bernama Asen alias Hendra. Dia bertugas menjadi penerjemah dan menjemput WNA itu dari Jakarta lalu menempatkannya di Semarang sejak sekitar dua bulan lalu.
Kondisi rumah yang menjadi lokasi penggerebekan tersebut memiliki dua lantai. Di halaman depan, terlihat rumput yang tinggi dan di bagian depan terdapat dua CCTV.
Suasana penggerebekan berlangsung cukup tertutup. Tidak ada petugas yang mau dimintai konfirmasi terkait penggerebekan tersebut. Setelah ditunggu beberapa jam, 33 orang tersebut dibawa keluar dari dalam rumah dan dimasukkan ke dalam mobil polisi dan dibawa pergi.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, dari informasi yang diperoleh, 33 orang yang ditangkap tersebut merupakan hacker dengan sasaran di China. "Indikasi tersangka adalah hacker yang menyasar di China," kata dia saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (19/7/2014).
Dari informasi yang berhasil dihimpun, petugas langsung melakukan proses interogasi kepada 33 orang tersebut pukul 09.30 WIB di rumah mewah bercat putih itu. Dari proses interogasi tersebut, diketahui ada satu warga Indonesia bernama Asen alias Hendra. Dia bertugas menjadi penerjemah dan menjemput WNA itu dari Jakarta lalu menempatkannya di Semarang sejak sekitar dua bulan lalu.
Kondisi rumah yang menjadi lokasi penggerebekan tersebut memiliki dua lantai. Di halaman depan, terlihat rumput yang tinggi dan di bagian depan terdapat dua CCTV.
(zik)