Kekurangan BBM, Polisi Sulit Antisipasi Tawuran di Makassar

Kamis, 17 Juli 2014 - 20:38 WIB
Kekurangan BBM, Polisi...
Kekurangan BBM, Polisi Sulit Antisipasi Tawuran di Makassar
A A A
MAKASSAR - Kurangnya Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu kendala bagi polisi di Makassar untuk melakukan patroli 1x24 jam. Imbasnya, aksi tawuran kadang tak bisa diantisipasi.

Di jajaran Polrestabes Makassar, mobil patroli hanya mendapatkan jatah 5 liter per hari, sementara kendaraan roda dua 2 liter per hari.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham, mengatakan untuk berpatroli di seluruh wilayah hukum Makassar, harus didukung BBM yang memadai. Belum lagi jika daerah itu adalah wilayah padat penduduk. Di Kecamatan Tallo, sekitar 1.500 jumlah jiwa harus dipantau dengan perbandingan 1 petugas kamtibmas. Sementara, di Kecamatan Rappocini, penduduknya mencapai sekitar 200 ribu.

"Saya saja saat bertugas di Kabupaten Enrekang waktu lalu, tidak sampai jumlah penduduk sekitar 200 jiwa dan bila dibandingkan di Kecamatan Rappocini tidak ada keseimbangan. Tapi kita tetap datangi jika ada peristiwa," ujar dia, Kamis (17/7/2014).

Menurut Fery, tawuran yang terjadi di Makassar adalah fenomena yang kurang baik meski pelaku tawuran saat diinterogasi mengaku itu adalah sebuah bentuk hiburan di bulan Ramadan. Padahal, aksi tawuran itu meresahkan warga. "Saya janji tidak ada laporan masyarakat tidak direspons. Dan saya membuat laporan bukan saja ke Polda, tapi ke masyarakat juga akan saya sampaikan."

Dia menambahkan, polisi tidak akan mampu menyelesaikan sendiri masalah tawuran ini. Butuh bantuan dari tokoh agama dan pemerintah daerah.

Sementara, seorang warga, Bahar, mengatakan, terjadinya tawuran maupun balapan liar karena kurangnya antisipasi. Menurutnya, polisi baru tiba di lokasi kalau sudah dihubungi lewat telepon. "Kejadian ini sudah berulang-ulang dan berlarut, bahkan sudah tahunan. Polisi jangan dimanfaatkan saja dan dipermainkan oleh keonaran. Polisi juga tidak perlu mengajari, memberikan tindakan, menelepon atau apa, tapi harus ada tanggung jawab," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Gagal Tawuran, Pelajar...
Gagal Tawuran, Pelajar Ini Mewek Saat Dijemput Orang Tuanya di Kantor Polisi
Razia Pelaku Tawuran...
Razia Pelaku Tawuran Pelajar di Serang, Polisi Amankan Celurit hingga Samurai
Ditangkap Polisi, 25...
Ditangkap Polisi, 25 Pelajar di Bekasi Berlutut Minta Maaf kepada Orang Tua
TNI-Polri Damaikan Dua...
TNI-Polri Damaikan Dua Kelompok yang Kerap Tawuran di Makassar
Antisipasi Tawuran Pelajar...
Antisipasi Tawuran Pelajar dengan Pendidikan Karakter di Sekolah
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
7 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved