Makanan Berbuka Puasa di Pagaralam Mengandung Formalin

Sabtu, 05 Juli 2014 - 05:01 WIB
Makanan Berbuka Puasa...
Makanan Berbuka Puasa di Pagaralam Mengandung Formalin
A A A
PAGARALAM - Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim gabungan Pemkot Pagaralam mendapati makanan berbuka puasa mengandung pengawet berupa formalin, boraks dan pewarna pakaian

Tidak hanya itu, tim juga mendapati makanan yang tak layak konsumsi lantaran mengandung cacing hati yang berada pada hati sapi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tim monitoring melakukan sidak di Pasar Ramadhan, Terminal Nendagung.

Dari pemantauan yang ada tim gabungan Pemkot Pagaralam berhasil mengamankan beberapa jenis makanan yang dijual untuk berbuka puasa, diduga mengandung bahan berbahaya beracun (B3), yakni cincau dan merah delima.

Kepala Seksi (Kasi) Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Sapriani mengatakan, hasil sidak tim gabungan melibatkan petugas Disnakkan dan Disperindagkop mencurigai cincau dan merah delima mengandung bahan campuran berbahaya seperti, formalin, borak, ataupun pewarna tekstil. Untuk itulah, makan tersebut diambil sampel sehingga akan dicek laboratorium.

“Kita mencurigai cincau dan merah delima mengandung bahan berbahaya dan langsung diamankan, untuk dilakukan uji laboratorium,” ujarnya, Jumat (4/7/2014).

Menurut dia, kecurigaan kedua jenis makanan ini dilihat dari sifat fisiknya. Dimana, untuk makanan merah delima, warna terlihat mencolok, diduga menggunakan pewarna tekstil.

Sedangkan cincau diduga kuat mengandung pengawet, saat dipegang sangat kenyal, bahkan susah hancur saat dihempaskan. Jika dikonsumsi jelas makanan ini sangat berbahaya bagi tubuh.

“Kami minta masyarakat cermat dan teliti membeli panganan yang banyak dijual untuk berbuka puasa. Sebab, hanya karena ingin menarik minat pembeli pedagang menghalalkan berbagai cara,” bebernya.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Pagaralam Anhar, selain cincau dan merah delima yang dicurigai mengandung B3, tim gabungan juga menemukan daging tak layak konsumsi.

Hal ini dikarenakan bagian hati sapi ditemukan cacing hati yang berbahaya jika dikonsumsi.
“Hati sapi yang didapat dari salah satu pedagang daging tidak layak dikonsumsi. Jika terus dikonsumsi akan berbahaya karena cacing hati ini mudah berkembang biak dan tidak mudah mati,” ungkap Anhar.

Misinem (41) salah satu pedagang panganan mengatakan, cincau yang dijualnya didapat dari luar Pagaralam. Karena pedagang disini hanya menjualnya saja.

“Cincau ini kami dapat dari teman, produksinya bukan di Pagaralam. Dimana, untuk cincau ini dijual memang lebih murah dibandingkan dengan buatan lokal. Tidak tahu mengapa lebih murah," tukasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pemkot Salatiga Gelar...
Pemkot Salatiga Gelar Razia Makanan dan Minuman di Pasar
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
Petugas Razia Makanan...
Petugas Razia Makanan Minuman Kadaluwarsa
Terima Laporan Masyarakat,...
Terima Laporan Masyarakat, Polsek Medan Baru Cek Langsung Diskotek dan Spa
Belasan Pelajar dan...
Belasan Pelajar dan Mahasiswa Diamankan dari Penginapan
Asyik, Kena Razia Pekat...
Asyik, Kena Razia Pekat Malah Diberi Sembako
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
17 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved