Polisi Ungkap Identitas Mayat di Mobil Avanza
Jum'at, 04 Juli 2014 - 16:34 WIB
Polisi Ungkap Identitas Mayat di Mobil Avanza
A
A
A
PADANG - Sesosok mayat laki-laki di dalam mobil Toyota Avanza warna silver yang menabrak tiga orang pengendara dan tiga toko di kawasan Tepi Pasang, Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar, berhasil diidentifikasi.
Mayat itu Dalius Giawa (24) warga asal Jalan Menara, Kelurahan Siringgo-ringgo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Medan, Sumatera Utara. Diduga, dia tewas dibunuh sebelum tabrakan itu terjadi.
Hura (29), rekan Dalius mengatakan, terakhir bertemu dengan korban kemarin. “Saat itu dia masih sehat saja,” kata Torodo terpisah, kepada wartawan, Jumat (4/7/2014).
Ditambahkan dia, saat kejadian dia dan lima kawannya (Ucok sebagai sopir, Hendra Zega (28), Safar Hura (24), Paulus Lase (27) dan Dalius Giawa) tengah melakukan perjalanan dari Pulau Karam menuju di Simpang Kinol dengan kecepatan tinggi.
Namun Torodo mengaku sengaja tidak ikut dalam rombongan, karena membawa motor. Akhirnya, dia berangkat dengan menggunakan motor dan teman-temannya menggunakan mobil. Nahas, di tengah perjalanan mobil menabrak motor dan tiga toko.
Ketiga motor itu masing-masing dikendarai oleh Laode Havid (15), warga Asrama TNI AD, Suhardi Saputra (17), dan Handoko (18) warga Padang Besi. Laode Havid dinyatakan meninggal dunia dalam tabrakan maut itu.
Namun bukannya berhenti, mobil Avanza yang dikemudikan Ucok malah menancap gas. Hingga akhirnya mobil tersebut menabrak satu tenda minuman kopi, dan dua roling door ruko. Mobil baru berhenti setelah bannya mengalami pecah.
Pemandangan itu kontan menimbulkan kemarahan warga. Namun Ucok, Hendra, dan Safar berhasil melarikan diri. Nahas bagi Paulus Lase, dia menjadi bulan-bulanan massa. Saat memeriksa dalam mobil, warga menemukan Dalius sudah tewas dengan leher tertusuk.
Mayat itu Dalius Giawa (24) warga asal Jalan Menara, Kelurahan Siringgo-ringgo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Medan, Sumatera Utara. Diduga, dia tewas dibunuh sebelum tabrakan itu terjadi.
Hura (29), rekan Dalius mengatakan, terakhir bertemu dengan korban kemarin. “Saat itu dia masih sehat saja,” kata Torodo terpisah, kepada wartawan, Jumat (4/7/2014).
Ditambahkan dia, saat kejadian dia dan lima kawannya (Ucok sebagai sopir, Hendra Zega (28), Safar Hura (24), Paulus Lase (27) dan Dalius Giawa) tengah melakukan perjalanan dari Pulau Karam menuju di Simpang Kinol dengan kecepatan tinggi.
Namun Torodo mengaku sengaja tidak ikut dalam rombongan, karena membawa motor. Akhirnya, dia berangkat dengan menggunakan motor dan teman-temannya menggunakan mobil. Nahas, di tengah perjalanan mobil menabrak motor dan tiga toko.
Ketiga motor itu masing-masing dikendarai oleh Laode Havid (15), warga Asrama TNI AD, Suhardi Saputra (17), dan Handoko (18) warga Padang Besi. Laode Havid dinyatakan meninggal dunia dalam tabrakan maut itu.
Namun bukannya berhenti, mobil Avanza yang dikemudikan Ucok malah menancap gas. Hingga akhirnya mobil tersebut menabrak satu tenda minuman kopi, dan dua roling door ruko. Mobil baru berhenti setelah bannya mengalami pecah.
Pemandangan itu kontan menimbulkan kemarahan warga. Namun Ucok, Hendra, dan Safar berhasil melarikan diri. Nahas bagi Paulus Lase, dia menjadi bulan-bulanan massa. Saat memeriksa dalam mobil, warga menemukan Dalius sudah tewas dengan leher tertusuk.
(san)