12 Tahun Banyuasin Sukses Jawab Tantangan Pemekaran

Rabu, 02 Juli 2014 - 20:58 WIB
12 Tahun Banyuasin Sukses...
12 Tahun Banyuasin Sukses Jawab Tantangan Pemekaran
A A A
PANGKALAN BALAI - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyampaikan rasa bangganya kepada Pemkab Banyuasin atas prestasi yang telah diraih meskipun baru berusia seumur jagung.

Menurut Alex, kabupaten yang baru seumur jagung ini tapi sudah membuahkan hasil dan prestasi yang luar biasa. Banyak penghargaan yang diterima Banyuasin baik dari Pemerintah Provinsi Sumsel maupun Pemerintah Pusat.

"Namun ada satu penghargaan yang patut diapresiasi luar biasa yaitu kabupaten ini yang baru berusia 12 tahun sudah meraih penghargaan dari BPK RI sebagai Kabupaten dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," kata Alex pada peringatan hari jadi ke -12 Kabupaten Banyuasin di Gedung Paripurna DPRD Kabu Banyuasin, Rabu, (2/7/2014).

Alex menambahkan, bahwa Bumi Sedulang Setudung ini akan memainkan peranan penting dalam pembangunan di Sumatera Selatan terutama dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (KEK TAA) karena TAA berada di Kabupaten Banyuasin.

Selain itu, KEK TAA, juga telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Rabu siang (2/7/2014).

Oleh karena itu Kabupaten Banyuasin akan memainkan peranan yang sangat penting dan juga akan mengambil hasil yang paling besar dalam pembangunan KEK TAA.

Puncak peringatan HUT Bumi Sedulang Setudung ini sangat istimewa, karena dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo.

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian mengatakan, jika diusia ke 12 tahun ini, Banyuasin mampu menjawab tantangan pemekaran yang dulunya diperjuangkan untuk memisahkan diri dari Kabupaten Musi Banyuasin.

“Selama 12 tahun ini, pemerintah daerah, dan DPRD Banyuasin telah merumuskan kebijakan strategis dan merumuskan langkah-langkah pelaksanaan apa yang menjadi prioritas, dan permasalahan yang mendasar di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya, adalah diwujudkannya program Rp500 juta perdesa perkelurahan pertahun,” kata Yan Anton.

Program tersebut, memberikan kesempatan yang seluasnya kepada masyarakat untuk swakelola bersama pemerintah desa, untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur dengan dana Rp300 juta dari Rp500 juta tersebut.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
3 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
4 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved