3 Swalayan di Bantul Jual Makanan Kadaluarsa

Jum'at, 27 Juni 2014 - 14:54 WIB
3 Swalayan di Bantul...
3 Swalayan di Bantul Jual Makanan Kadaluarsa
A A A
BANTUL - Tiga swalayan di Bantul diketahui menjual makanan kadaluarsa, tidak memiliki tanggal kadaluarsa, dan memiliki bungkus makanan yang rusak. Hal ini sangat membahayakan masyarakat.

"Ketiga swalayan itu adalah Wildmart, WS Imogiri, dan Swalayan Amanda Segoroyoso Pleret," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sahadi, Kamis (27/6/2014).

Ditambahkan dia, ketiganya menjual makanan kadaluarsa, makanan tidak ada tanggal expired, dan makanan ringan kemasan tanpa izin pangan dan industri rumah tangga, serta tepung terigu kemasannya rusak. "Ketiganya langsung kami tegur," paparnya.

Dia melanjutkan, teguran itu diberikan secara tertulis untuk mengikuti pembinaan dari mereka. Jika kedapatan masih menjualnya lagi, Disperindagkop akan mengambil jalur hukum.

Selain melakukan razia di swalayan atau toko modern, pihaknya juga melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional, di antaranya di Pasar Imogiri dan Bantul. Di kedua pasar tersebut, petugas mengambil sampel beberapa makanan.

"Sampel makanan akan kami kirim ke laboratorium agar bisa mengetahui landingan di dalamnya," terangnya.

Sahadi menambahkan, jika makanan tersebut mengandung zar berbahaya, terutama pewarna non makanan, maka pihaknya juga memberi surat teguran. Makanan-makanan yang jadi konsentrasi adalah dengan berbahan warna yang mencolok.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto mengatakan, memasuki bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, pihaknya secara intensif akan melakukan razia ke beberapa pihak. Di antaranya ke toko-toko modern dan pasar-pasar tradisional.

Razia tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen dari peredaran makanan yang membahayakan mereka. "Razia ini akan semakin kami intensifkan sampai menjelang Lebaran," paparnya.

Selain itu, beberapa hal akan dilakukan Disperindagkop untuk menjaga ketersediaan pasokan selama Ramadan dan Lebaran nanti. Pasalnya, pihaknya berkewajiban untuk menjaga pasokan jangan sampai terjadi kelangkaan.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
25 menit yang lalu
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
1 jam yang lalu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
2 jam yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
10 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
13 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved