Kelebihan Berat Badan, Bocah di Padang Dilarikan ke Rumat Sakit
Senin, 23 Juni 2014 - 09:44 WIB
Kelebihan Berat Badan, Bocah di Padang Dilarikan ke Rumat Sakit
A
A
A
PADANG - Seorang anak berumur 12 tahun di Padang, Sumatera Barat, terpaksa dilarikan dan dirawat di rumah sakit karena mengalami kelebihan berat badan. Bocah itu memiliki berat hingga 110 kg. Padahal, saat lahir, anak tersebut dinyatakan menderita gizi buruk.
Wahyu Ramadhan, anak kedua dari pasangan Yulius dan Nurhayati ini dirawat di ruangan anak RSUP M Djamil Kota Padang, karena mengalami kelebihan berat badan hingga tidak bisa lagi bergerak. Pihak rumah sakit bahkan menyiapkan tempat tidur khusus untuk Wahyu.
Siswa kelas 5 SD ini harus dibantu bernapas dengan oksigen, karena timbunan lemak di bagian paru-parunya. Sebelumnya, Wahyu bisa beraktivitas ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Namun, dua bulan terakhir, Wahyu sudah tidak bisa banyak bergerak hingga tidak bersekolah.
Karena khawatir, Nurhayati, sang ibu, membawa Wahyu ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. "Sejak lahir, Wahyu sering diberi makan vitamin, daging, dan makanan berlemak karena mengalami gizi buruk sejak lahir. Namun, lama-kelamaan Wahyu tumbuh dengan berat badan berlebih," kata Nurhayati, Senin (23/6/2014).
Nurhayati dan suaminya, Yulis, adalah seorang pemulung dan tukan becak. Saat ini, kondisi Wahyu masih mengalami sesak napas. Wahyu dirawat oleh dua tim dokter dari RSUP M Djamil. Namun, belum diketahui apa penyebab obesitas Wahyu.
Humas RSUP M Djamil Padang Gustafianof mengatakan, dokter masih melakukan pemeriksaan penyakit lainnya yang ada di tubuh Wahyu.
Wahyu Ramadhan, anak kedua dari pasangan Yulius dan Nurhayati ini dirawat di ruangan anak RSUP M Djamil Kota Padang, karena mengalami kelebihan berat badan hingga tidak bisa lagi bergerak. Pihak rumah sakit bahkan menyiapkan tempat tidur khusus untuk Wahyu.
Siswa kelas 5 SD ini harus dibantu bernapas dengan oksigen, karena timbunan lemak di bagian paru-parunya. Sebelumnya, Wahyu bisa beraktivitas ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Namun, dua bulan terakhir, Wahyu sudah tidak bisa banyak bergerak hingga tidak bersekolah.
Karena khawatir, Nurhayati, sang ibu, membawa Wahyu ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. "Sejak lahir, Wahyu sering diberi makan vitamin, daging, dan makanan berlemak karena mengalami gizi buruk sejak lahir. Namun, lama-kelamaan Wahyu tumbuh dengan berat badan berlebih," kata Nurhayati, Senin (23/6/2014).
Nurhayati dan suaminya, Yulis, adalah seorang pemulung dan tukan becak. Saat ini, kondisi Wahyu masih mengalami sesak napas. Wahyu dirawat oleh dua tim dokter dari RSUP M Djamil. Namun, belum diketahui apa penyebab obesitas Wahyu.
Humas RSUP M Djamil Padang Gustafianof mengatakan, dokter masih melakukan pemeriksaan penyakit lainnya yang ada di tubuh Wahyu.
(zik)