Karyawan RS Borromeus Keracunan, Pelayanan Tidak Terganggu
Senin, 16 Juni 2014 - 14:37 WIB
Karyawan RS Borromeus Keracunan, Pelayanan Tidak Terganggu
A
A
A
BANDUNG - Pihak RS Borromeus, Kota Bandung, memastikan keracunan massal yang dialami dokter dan perawatnya, tidak akan mengganggu pelayanan terhadap warga.
"Kita pastikan pelayanan tidak terganggu, tetap berjalan normal. Kalau dipersentasekan itu hanya 5 persen dari jumlah karyawan yang ada," kata Dirut RS Borromeus dr Suriyanto, Senin (16/6/2014).
Suriyanto juga memastikan, tidak ada korban yang berasal dari masyarakat umum. Sebab, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, hanya dimakan oleh karyawannya. Sementara, para pasien makan dari dapur rumah sakit.
Hingga kini, sejumlah korban keracunan massal masih menjalani perawatan secara rawat jalan dan rawat inap di RS Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Para korban yang kesemuanya pegawai internal RS Borromeus seperti dokter, perawat, dan karyawan yang berjumlah 80-100 orang itu rata-rata mengalami gejala seperti diare. "Gejalanya seperti diare, ada yang mencret, sakit perut, mual, dan muntah," kata Suriyanto.
Dengan gejala tersebut, kata dia, pihaknya rata-rata memberikan pengobatan berupa pemberian infus terhadap para korban. "Kan yang namanya diare itu adalah keluar cairan dari tubuh secara berlebihan. Makanya kita berikan infus," terangnya.
Hingga saat ini terdapat sekitar 50 orang korban yang menjalani rawat inap. Sementara, yang lainnya telah diizinkan pulang atau menjalani rawat jalan.
"Kita pastikan pelayanan tidak terganggu, tetap berjalan normal. Kalau dipersentasekan itu hanya 5 persen dari jumlah karyawan yang ada," kata Dirut RS Borromeus dr Suriyanto, Senin (16/6/2014).
Suriyanto juga memastikan, tidak ada korban yang berasal dari masyarakat umum. Sebab, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, hanya dimakan oleh karyawannya. Sementara, para pasien makan dari dapur rumah sakit.
Hingga kini, sejumlah korban keracunan massal masih menjalani perawatan secara rawat jalan dan rawat inap di RS Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Para korban yang kesemuanya pegawai internal RS Borromeus seperti dokter, perawat, dan karyawan yang berjumlah 80-100 orang itu rata-rata mengalami gejala seperti diare. "Gejalanya seperti diare, ada yang mencret, sakit perut, mual, dan muntah," kata Suriyanto.
Dengan gejala tersebut, kata dia, pihaknya rata-rata memberikan pengobatan berupa pemberian infus terhadap para korban. "Kan yang namanya diare itu adalah keluar cairan dari tubuh secara berlebihan. Makanya kita berikan infus," terangnya.
Hingga saat ini terdapat sekitar 50 orang korban yang menjalani rawat inap. Sementara, yang lainnya telah diizinkan pulang atau menjalani rawat jalan.
(zik)