Ratusan Orang Keracunan, Kini Dirawat di RS Borromeus
Senin, 16 Juni 2014 - 13:30 WIB
Ratusan Orang Keracunan, Kini Dirawat di RS Borromeus
A
A
A
BANDUNG - Ratusan orang, pria dan wanita, mengalami keracunan dan kini menjalani perawatan di RS Borromeus, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Dari informasi yang dihimpun, korban keracunan adalah para suster dan dokter RS Borromeus. Keracunan terjadi pada Sabtu (14/6/2014) sore. Korban terus bertambah menjadi ratusan orang.
Terakhir, dikabarkan jumlah korban yang mengalami keracunan berjumlah 120 orang. Mereka dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan beberapa ruang perawatan, hingga ruang terbuka yang biasa digunakan sebagai aula yang berada di lantai atas.
Namun, tidak sembarang orang bisa masuk dan mencari informasi di lokasi. Bahkan, sejumlah petugas kepolisian dari Satreskrim dan Inafis Polrestabes Bandung, juga Unit Reskrim Polsekta Coblong mendapat kendala saat akan melakukan penyelidikan.
Petugas kepolisian yang berjumlah belasan orang itu masuk untuk meminta keterangan dari pihak rumah sakit sejak pukul 10.00 WIB. Namun, lantaran pihak rumah sakit tidak memberikan izin, rombongan pun meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kita tidak bisa masuk dan memperoleh data. Katanya pihak rumah sakit sudah konfirmasi ke Dinas Kesehatan," ucap salah seorang perwira kepolisian yang berada di lokasi, Senin (16/6/2014).
"Kita tidak bisa melakukan identifikasi. Tadi kita diminta surat tugas oleh pihak rumah sakit," tutur salah seorang polisi lainnya.
Sampai saat ini, pihak rumah sakit dan Dinkes Kota Bandung belum bisa dimintai konfirmasi.
Dari informasi yang dihimpun, korban keracunan adalah para suster dan dokter RS Borromeus. Keracunan terjadi pada Sabtu (14/6/2014) sore. Korban terus bertambah menjadi ratusan orang.
Terakhir, dikabarkan jumlah korban yang mengalami keracunan berjumlah 120 orang. Mereka dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan beberapa ruang perawatan, hingga ruang terbuka yang biasa digunakan sebagai aula yang berada di lantai atas.
Namun, tidak sembarang orang bisa masuk dan mencari informasi di lokasi. Bahkan, sejumlah petugas kepolisian dari Satreskrim dan Inafis Polrestabes Bandung, juga Unit Reskrim Polsekta Coblong mendapat kendala saat akan melakukan penyelidikan.
Petugas kepolisian yang berjumlah belasan orang itu masuk untuk meminta keterangan dari pihak rumah sakit sejak pukul 10.00 WIB. Namun, lantaran pihak rumah sakit tidak memberikan izin, rombongan pun meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kita tidak bisa masuk dan memperoleh data. Katanya pihak rumah sakit sudah konfirmasi ke Dinas Kesehatan," ucap salah seorang perwira kepolisian yang berada di lokasi, Senin (16/6/2014).
"Kita tidak bisa melakukan identifikasi. Tadi kita diminta surat tugas oleh pihak rumah sakit," tutur salah seorang polisi lainnya.
Sampai saat ini, pihak rumah sakit dan Dinkes Kota Bandung belum bisa dimintai konfirmasi.
(zik)