Ingin Cepat Pulang, Sobirin Bingung Biaya Berobat

Sabtu, 07 Juni 2014 - 19:47 WIB
Ingin Cepat Pulang,...
Ingin Cepat Pulang, Sobirin Bingung Biaya Berobat
A A A
SAMARINDA - Muhammad Sobirin hanya bisa duduk di atas meja. Kaki kanannya yang harus memakai gips ditopang pada sebuah kursi. Di kanan dan kirinya ada tongkat penopangnya berjalan. Oleh tim medis tulang pada kaki kanannya itu disebut mengalami keretakan.

Dia berharap cepat dipulangkan ke rumahnya di Jombang, Jawa Timur. Pria berusia 35 tahun itu baru 1,5 bulan di Samarinda untuk mengerjakan ruko yang akhirnya ambruk pada Selasa, 3 Juni 2014, pagi sekira pukul 06.25 WITA.

“Saya diajak mandor namanya Siswanto untuk bekerja di Samarinda. Karena memang tak ada pekerjaan, saya mau saja. Apalagi tawaran bayarannya Rp100 ribu per hari,” katanya saat ditemui di rumah penampungan korban selamat, masih di Kompleks Cenderawasih Permai, Sabtu (7/6/2014).

Dia bersama rekannya yang lain sudah dijanjikan untuk langsung dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Informasi tersebut mereka terima tanpa mengetahui kapan persisnya dipulangkan.

“Tapi yang saya bingungkan, bagaimana biaya pengobatan kaki saya nanti saat sampai di kampung halaman. Sampai sekarang saya belum dapat informasi soal biaya pengobatannya. Kalau saya tidak sembuh, bagaimana saya menghidupi keluarga saya,” keluhnya.

Saat peristiwa ambruknya ruko itu, Sobirin sedang berada di lantai dasar bangunan. Dia baru bangun tidur, tidak ikut lembur hingga subuh untuk mengerjakan pengecoran lantai.

Dia beruntung, sebab posisinya berada di tengah dimana terdapat tumpukan bata ringan yang cukup tinggi. Saat ambruk dia sempat menunduk di samping bata itu.

Banyak puing reruntuhan yang jatuh di atasnya. Setelah runtuh, dia pun berusaha keluar sendiri dari dalam reruntuhan dengan mengikuti cahaya di depannya.

“Saya tidak tahu apa yang menimpa kaki saya. Begitu keluar, saya baru tahu kaki saya terluka,” katanya.

Sobirinpun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dia bersama rekannya kini bersiap pulang menemui keluarga masing-masing. Ada rasa syukur teramat dalam dia selamat dari tragedi tersebut.

Sobirin cuma berharap, ada biaya pengobatan untuk kakinya. Tentu saja untuk bekerja lagi menafkahi istri dan anaknya.
(sms)
Berita Terkait
Pasca Terjadinya Kecelakaan...
Pasca Terjadinya Kecelakaan Kerja, Garis Polisi Dipasang di Proyek PLTP Dieng
27 Kasus Kecelakaan...
27 Kasus Kecelakaan Kerja Terjadi di PT SGS Sejak 2020
Karyawan Pabrik Kayu...
Karyawan Pabrik Kayu Lapis di Luwu Meninggal Tertarik Mesin
Kecelakaan Kerja di...
Kecelakaan Kerja di Luwu Kembali Terjadi, Seorang Karyawan Meninggal Dunia
Perbaiki Septic Tank,...
Perbaiki Septic Tank, Wawi Tewas Tertimpa Dinding di Jagakarsa
Remaja di Jakarta Rentan...
Remaja di Jakarta Rentan Kecelakaan Kerja, Diperlukan Aplikasi Layanan Kesehatan Digital
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
45 menit yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
7 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
9 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
10 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
11 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
11 jam yang lalu
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved