Orang Asing Tiduri Bocah SD di Taman Tinjomoyo
Jum'at, 06 Juni 2014 - 19:01 WIB
Orang Asing Tiduri Bocah SD di Taman Tinjomoyo
A
A
A
SEMARANG - Seorang siswa Kelas V SD menjadi korban pemerkosaan oleh orang tidak dikenal, di kawasan Taman Wisata Tinjomoyo, Jawa Tengah, pada Kamis 5 Juni 2014.
“Yang pertama mengetahui adalah ibu korban saat korban pulang sekolah,” ujar Kapolsek Gajahmungkur Kompol Meilan Rahmadi, kepada wartawan, Jumat (6/6/2014).
Aksi pemerkosaan itu baru diketahui saat ibu korban melihat darah yang menetes di paha korban, saat korban pulang sekolah. Saat ditanya, korban mengaku telah dinodai oleh seorang laki-laki yang mengajaknya dengan sepeda motor pagi hari.
“Dari pengakuan si korban, saat itu pelaku menghampirinya dengan mengendarai sepeda motor warna hijau. Dia menawari si anak untuk mengantarkannya ke sekolah. Namun bukannya ke sekolah, anak itu dibawa ke Taman Tinjomoyo dan dinodai," paparnya.
Ironisnya, ayah korban sempat melihat seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor warna hijau dengan plat nomor H4946. Saat itu, laki-laki tersebut dilihatnya masuk ke sebuah rumah, di Jalan Pawiyatan Luhur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
“Namun setelah ayah korban masuk ke rumah dan melakukan penggeledahan, para penghuni rumah yang ternyata rumah kos itu tidak ada yang mengaku memiliki sepeda motor yang dilihat ayah korban,” jelasnya.
Kemudian, ayah korban melaporkan kejadian itu kepada polisi. Lalu, polisi melakukan pengecekan di rumah kos yang ditunjuk ayah korban. Setelah dilakukan pengecekan, tidak diketahui identitas yang mengarah kepada pelaku.
“Di tempat itu terdapat 13 orang yang tinggal, namun tidak ada seorangpun yang mengaku dan sesuai dengan ciri-ciri yang dikatakan korban. Kami juga mengajak ayah korban untuk memastikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, teka-teki siapa laki-laki yang telah menodai siswi kelas V SD tersebut masih belum terungkap. Pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini dan melakukan penyelidikan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus itu. Dia berjanji akan menuntaskan kasus itu dan menangkap pelaku yang telah melakukan perbuatan bejat itu.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan. Sejauh ini, pelaku masih dalam penelusuran kami. Kami akan terus bergerak mengumpulkan informasi yang mengarah ke identitas pelaku itu,” kata dia.
“Yang pertama mengetahui adalah ibu korban saat korban pulang sekolah,” ujar Kapolsek Gajahmungkur Kompol Meilan Rahmadi, kepada wartawan, Jumat (6/6/2014).
Aksi pemerkosaan itu baru diketahui saat ibu korban melihat darah yang menetes di paha korban, saat korban pulang sekolah. Saat ditanya, korban mengaku telah dinodai oleh seorang laki-laki yang mengajaknya dengan sepeda motor pagi hari.
“Dari pengakuan si korban, saat itu pelaku menghampirinya dengan mengendarai sepeda motor warna hijau. Dia menawari si anak untuk mengantarkannya ke sekolah. Namun bukannya ke sekolah, anak itu dibawa ke Taman Tinjomoyo dan dinodai," paparnya.
Ironisnya, ayah korban sempat melihat seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor warna hijau dengan plat nomor H4946. Saat itu, laki-laki tersebut dilihatnya masuk ke sebuah rumah, di Jalan Pawiyatan Luhur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
“Namun setelah ayah korban masuk ke rumah dan melakukan penggeledahan, para penghuni rumah yang ternyata rumah kos itu tidak ada yang mengaku memiliki sepeda motor yang dilihat ayah korban,” jelasnya.
Kemudian, ayah korban melaporkan kejadian itu kepada polisi. Lalu, polisi melakukan pengecekan di rumah kos yang ditunjuk ayah korban. Setelah dilakukan pengecekan, tidak diketahui identitas yang mengarah kepada pelaku.
“Di tempat itu terdapat 13 orang yang tinggal, namun tidak ada seorangpun yang mengaku dan sesuai dengan ciri-ciri yang dikatakan korban. Kami juga mengajak ayah korban untuk memastikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, teka-teki siapa laki-laki yang telah menodai siswi kelas V SD tersebut masih belum terungkap. Pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini dan melakukan penyelidikan.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus itu. Dia berjanji akan menuntaskan kasus itu dan menangkap pelaku yang telah melakukan perbuatan bejat itu.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan. Sejauh ini, pelaku masih dalam penelusuran kami. Kami akan terus bergerak mengumpulkan informasi yang mengarah ke identitas pelaku itu,” kata dia.
(san)