Kembalikan PSK Pada Tempatnya, Kata Politikus PDIP

Rabu, 04 Juni 2014 - 09:02 WIB
Kembalikan PSK Pada...
Kembalikan PSK Pada Tempatnya, Kata Politikus PDIP
A A A
SURABAYA - Paguyuban Lokalisasi Moro Seneng, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera mengembalikan 26 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia Satpol PP, pada Minggu 1 Juni 2014.

Pengurus Paguyuban Lokalisasi Moro Seneng Sumarno menilai, razia yang dilakukan aparat Satpol PP Kota Surabaya tidak jelas maksud dan tujuannya, apa razia yustisi atau yang lain.

Selain itu, selama razia juga terkesan melakukan pemaksaan. Untuk itu, dia meminta agar ke-26 PSK asuhannya dikembalikan ke tempat semula, yakni Wisma Setia Kawan, Pesona, Sriwijaya dan Srikandi, di lokalisasi Moroseneng.

“Maksud dan tujuan razia kemarin itu apa? Yustisi atau apa? Ini harus jelas. Mereka mengambil anak-anak kami (PSK). Jika operasi yustisi, mereka yang diangkut memiliki identitas jelas dan legal, seperti KTP," katanya, Rabu (4/6/2014).

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Zaifudin Zuhri menilai, tindakan Pemkot Surabaya yang melakukan razia ke lokalisasi Sememi dinilai tidak pro rakyat, karena tidak memberikan keadilan.

Namun begitu, dia tidak menyalahkan aparat Satpol PP yang melakukan razia, karena sedang menjalankan tugasnya menegakkan Peraturan Daerah (Perda) No.7 tahun 1999. Hanya saja, penerapannya tidak disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Ini akibat penutupan lokalisasi yang tidak ditindaklanjuti dengan program yang telah dicanangkan. Harusnya, penerapan perda itu disesuaikan dengan kondisi yang ada, karena keberadaan lokalisasi di sana itu sudah ada sebelum saya lahir,” tandasnya.

Politikus asal PDI-P ini menuding, razia yang berhasil menjaring 26 PSK merupakan misi yang tidak mempertimbangkan etika kemunusian. Bahkan, termasuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pihaknya meminta, PSK dikembalikan ke tempatnya.

Menurut dia, Pemkot Surabaya telah melakukan pembohongan publik, karena terbukti semua program dan janji yang dipulikasikan melalui media tidak terbukti. Sehingga, PSK, mucikari dan warga terdampak, semakin tidak jelas nasibnya.

“Janji dan program pemkot pasca penutupan wilayah lokalisasi tidak terbukti. Ini sama saja pembohongan pada masyarakat,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Distrik Lampu Merah...
Distrik Lampu Merah Amsterdam Hendak Direlokasi, Ada yang Mencak-mencak
Pertama di Dunia, Negara...
Pertama di Dunia, Negara Ini Beri Pekerja Seks Cuti Melahirkan dan Pensiun
Negara Ini Sangat Melindungi...
Negara Ini Sangat Melindungi Pekerja Seks Komersial, dari Pensiun hingga Cuti Hamil
Layanan Wanita dan Pria...
Layanan Wanita dan Pria Penghibur Ludes Terjual selama Forum Ekonomi Dunia di Davos
Gairah Olla, PSK Online...
Gairah Olla, PSK Online Bertato Bikin 10 Pria Klepek-klepek
Anggota DPR Finlandia...
Anggota DPR Finlandia Ini Blakblakan Pernah Jadi Pekerja Seks Komersial
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved