Kritik Pemkot Surabaya, Wisnu Sadar Tak Punya Kekuatan

Senin, 02 Juni 2014 - 15:44 WIB
Kritik Pemkot Surabaya,...
Kritik Pemkot Surabaya, Wisnu Sadar Tak Punya Kekuatan
A A A
SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana kembali mengkritik pemerintahan yang dijalankannya. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) gagal menutup sejumlah lokalisasi di Surabaya.

"Buktinya, beberapa lokalisasi yang sudah ditutup seperti Dupak Bangunsari dan Tambakasari, para Pekerja Seks Komersial (PSK)-nya belum menerima kompensasi seperti yang dijanjikan Pemkot Surabaya," katanya, kepada wartawan, Senin (2/6/2014).

Dalam beberapa hari terakhir, dia mengaku telah melakukan pendekatan ke semua warga terdampak atas penutupan lokalisasi, termasuk Dolly dan Jarak. Dari hasil kunjungannya itu, ditemukan bahwa masih ada PSK yang belum mendapat ganti rugi.

Bahkan, pelatihan ketrampilan yang dijanjikan pemkot juga masih ada yang belum terlaksana. Semua hasil dari kunjungannya ini akan disampaikan ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, untuk menentukan mengambil keputusan.

"Yang jelas, dari hasil saya bertemu dengan warga, saya laporkan ke Bu Wali. Sekarang warga masih menunggu kepastian dari janji-janji pemerintah. Janji akan mendapat kompensasi maupun janji akan mendapat pelatihan keterampilan," terangnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, setidaknya ada empat lokalisasi di Surabaya yang sudah ditutup pemkot, tapi belum terealisasi janjinya. Di antaranya Sememi, Dupak Bangunsari, Tambakasari, dan Klakahrejo.

Dari temuannya ini, pihaknya akan segera menggelar rapat dengan instansi terkait guna penuntasan persoalan tersebut. Pihaknya sendiri tidak dapat mengambil tindakan maupun keputusan dalam menyikapi persoalan ini lantaran jabatannya hanya wakil wali kota.

"Saya tidak dapat memutuskan, apakah dengan kenyataan yang ada di lokalisasi yang sudah ditutup ini, penutupan Dolly harus ditunda? Saya hanya tunggu instruksi dari wali kota. Kalau saya memutuskan, tentu saya melampaui kewenangan saya," paparnya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
31 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
49 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
57 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved