Pagi Ini Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan Alit di Gunung Lawu

Sabtu, 31 Mei 2014 - 06:24 WIB
Pagi Ini Keraton Yogyakarta...
Pagi Ini Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan Alit di Gunung Lawu
A A A
YOGYAKARTA - Keraton Yogyakarta menggelar upacara Labuhan Alit di Gunung Lawu pagi ini. Labuhan Alit merupakan ritual sebagai rangkaian peringatan Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwana (HB) X.

Dalam upacara itu, ubo rampe berupa sepuluh ageman Sultan HB X seperti kampuh poleng, dhestar bango tulak, paningset jinggo, sinjang cangkring, sinjang gadung, sinjang teluh watu dan semekan akan diarak menuju Gunung Lawu.

Ubo rampe itu disimpan dalam dua kotak berwarna merah. Kotak bertuliskan Redi Lawu Kaneman dan Redi Lawu Kasepuhan akan dibawa oleh abdi dalem menuju puncak Gunung Lawu.

"Labuhan alit bagian dari rangkaian kegiatan yang dimulai di Parang Kusumo dan berakhir serentak di Gunung Merapi dan Gunung Lawu," kata Abdi Dalem Widyo Budoyo Keraton Kasultanan Yogyakarta Kanjeng Mas Tumenggung Hardoyudo.

Ubo rampe kemudian diserahkan kepada juru kunci Gunung Lawu untuk dibawa ke pendopo petilasan di Dusun Nano, Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu. Ubo rampe disemayamkan sebelum dibawa ke puncak Gunung Lawu.

Menurut Widyo, makna upacara sebagai rasa syukur karena tempat-tempat itu dulunya menjadi lokasi bertapa para Raja Mataram. Selain itu juga bertujuan mendoakan keselamatan Sri Sultan, Keraton Yogyakarta dan rakyatnya.

Rombongan Keraton Yogyakarta dalam kesempatan itu juga menyerahkan oleh-oleh dua kue apem kepada Bupati Juliyatmono. Upacara labuhan telah ada sejak Keraton dipimpin Panembahan Senopati. Pelaksanaannya digelar rutin setiap tanggal 30 Rajab di penanggalan Jawa.

Kepala Lingkungan Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu Surono mengatakan, ubo rampe labuhan akan dibawa rombongan menuju puncak Lawu Sabtu pagi pukul 04.00 WIB.

Sebelumnya, padepokan akan melaksanakan selamatan pada malam persinggahan ubo rampe di Tawangmangu. "Setelah dari puncak Lawu kemudian turun ke persemayaman. Sesaji lama dilengser untuk digantikan ubo rampe ini," ujar Surono.

Empat abdi dalem yang membawa labuhan menempuh rute napak tilas panembahan Senopati menuju puncak Lawu melalui jalur Gondosuli. Rute jalur setapak ditempuh sekitar empat jam perjalanan. Ritual menjadi agenda rutin setiap tahun di Tawangmanngu dan selalu menarik minat wisatawan.
(lns)
Berita Terkait
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Keseriusan Pemerintah...
Keseriusan Pemerintah Jaga Cagar Budaya Dipertanyakan
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
47 menit yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
1 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
9 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
9 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
11 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
11 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved