Stok Sembako di Sulsel Aman hingga 5 Bulan

Rabu, 28 Mei 2014 - 19:41 WIB
Stok Sembako di Sulsel...
Stok Sembako di Sulsel Aman hingga 5 Bulan
A A A
MAKASSAR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Selatan menjamin stok sejumlah kebutuhan pokok mencukupi tiga hingga lima bulan ke depan.

Bahkan, untuk stok beras yang saat ini mencapai 176 ribu ton, diperhitungkan bisa sampai 22 bulan ke depan. Jumlah itu belum termasuk stok pedagang beras antarpulau. Gula Pasir yang tingkat konsumsinya di Sulsel mencapai 10 ribu ton setiap bulan, saat ini stoknya masih ada 34.200 ton atau bisa bertahan sampai September mendatang.

Beberapa komoditi lainnya juga diyakini masih memiliki stok aman sampai tiga bulan ke depan, seperti terigu, minyak goreng kemasan, telur, daging sapi, dan daging ayam. Plt Kepala Disperindag Sulsel Hadi Basalamah menyebutkan, harga sejumlah bahan pokok itu masih stabil dan berada pada kisaran normal. Namun, pihaknya sudah siap melakukan langkah antisipasi jika ternyata menjelang Ramadan dan Idul Fitri terjadi lonjakan harga.

"Stok sejumlah sembako saat ini masih aman. Cukup untuk kebutuhan 3 sampai 5 bulan ke depan. Soal harga, semuanya masih stabil dan normal-normal saja," kata Hadi kepada wartawan, Rabu (28/5/2014).

Menurutnya, dalam hal mengantisipasi lonjakan harga sembako menjelang hari besar keagamaan dan Pilpres 2014, Gubernur Sulsel sudah menyurati semua kepala daerah di Sulsel agar melakukan berbagai langkah antisipasi. Selain itu, Disperindag Sulsel juga mengintensifkan koordinasi dengan produsen, distributor, dan agen untuk memastikan ketersediaan dan distribusi komoditi.

Hadi menyebutkan, sejumlah langkah strategis yang ditempuh untuk memastikan ketersediaan sembako di pasar. Pertama, kebutuhan pokok harus tersedia di 24 kota/kabupaten di Sulsel dan mudah diakses masyarakat. Dalam hal ini, Pemprov Sulsel juga menjamin distribusi lancar.

Selain itu, pihaknya juga memantau fluktuasi harga di pasar karena ini sangat berkaitan dengan inflasi. "Jangan sampai kenaikannya sudah terlalu tinggi."

Bukan hanya itu, pada Ramadan mendatang, disperindag se-Sulsel juga harus menggelar pasar murah. Target utama pasar murah ini adalah masyarakat pra-sejahtera. "Ini agenda tahunan. Semua daerah rutin mengadakannya," katanya.

Terkait operasi pasar, Direktur Industri Minuman dan Sembako Kementerian Perindustrian Faiz Achmad mengatakan, pemerintah provinsi diwajibkan menggelar operasi pasar jika kenaikan harga sembako di atas 10 persen. "Itu sebagai langkah antisipasi mempersempit ulah spekulan yang kerap memanfaatkan momen hari raya," kata Faiz kepada wartawan di Hotel Quality, Makassar, Rabu (28/5/2014).
(zik)
Berita Terkait
Orang yang Celaka di...
Orang yang Celaka di Bulan Ramadan, Ini Penyebabnya
Hilal di Titik Pemantaun...
Hilal di Titik Pemantaun Masjid KH Hasyim Asy’ari Tidak Terlihat
4 Tradisi Unik Menyambut...
4 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Dunia, dari Mheibes hingga Nyekar
Survei Online Ramadan:...
Survei Online Ramadan: Warganet Pilih Belanja Pakaian dan Berbuka dengan Gorengan
3 Fase Ramadan Beserta...
3 Fase Ramadan Beserta Keutamaan dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
13 Hari Menjelang Puasa...
13 Hari Menjelang Puasa Ramadan, Berikut 3 Bekal Terbaik
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved