Uji Publik K2 Molor, DPRD Maros Soroti BKDD

Kamis, 22 Mei 2014 - 15:53 WIB
Uji Publik K2 Molor,...
Uji Publik K2 Molor, DPRD Maros Soroti BKDD
A A A
MAROS - Uji Publik untuk Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) yang seharusnya dilaksanakan Kamis ini belum dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Kabupaten Maros. Tak pelak, penundaan uji publik tanpa alasan itu pun mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Maros.

Ketua Komisi I DPRD Maros Darwis Daud menuturkan, seharusnya pelaksanaan uji publik itu sudah dilakukan pekan ini, dan dimulai pada Kamis (22/5/2014) sampai Jumat pekan depan (30/5/2014). "Tapi kegiatan itu belum juga diselenggarakan. Seharusnya BKDD mematuhi jadwal yang telah ditetapkan supaya pelaksanaan uji publik ini berjalan maksimal," jelasnya, Kamis (22/5/2014).

Dia menuturkan, uji publik ini tidak bisa disepelekan. Dari uji publik inilah, semua peserta K2 yang bodong akan diketahui. Apa lagi, kata Darwis, pasca uji publik, peserta K2 yang dicurigai bodong itu akan dilakukan uji labfor untuk mengetahui keabsahan berkasnya. "Jangan sampai rentetan pelaksanaan K2 ini ikut-ikutan molor, hanya karena ada satu kegiatan yang molor dari jadwal semestinya," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BKDD Kabupaten Maros Arwin Malik menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan uji publik itu bisa dilaksanakan. "Seharusnya memang pekan ini, tapi kami juga masih menunggu."

Sementara itu, salah satu anggota Tim Pemantau Verifikasi Tenaga Honorer K2 Ilham Lahiya menuturkan, hasil verifikasi tenaga honorer K2 yang dinyatakan lulus seleksi CPNS 2013, ditemukan banyak yang tidak memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan ke proses berikutnya yakni pengajuan Nomor Induk Pegawai (NIP). Karena, dari proses itu banyak didapati honorer K2 yang berkasnya tidak lengkap.

"Antara lain tidak ditanda tangani oleh kepala SKPD, malah ada juga nomor surat SK yang sama setiap tahun dan banyak hal-hal yang mencurigakan. Di sisi yang lain kami meragukan validitas dari proses verifikasi tersebut, karena tidak dihadirkannya pejabat saat itu sebagai saksi," jelasnya.

Menurut Ilham, temuan ini akan dilaporkan ke Ombudsman agar melakukan penyelidikan. Pihaknya juga mendesak pihak kepolisian mengusut dugaan adanya honorer fiktif.
(zik)
Berita Terkait
Pengumuman! Tahun Ini...
Pengumuman! Tahun Ini Tidak Ada Rekrutmen CPNS
BKN Sulsel Pastikan...
BKN Sulsel Pastikan Ujian SKB CPNS Tetap Dilaksanakan
Daftar Lengkap Formasi...
Daftar Lengkap Formasi dan Lowongan CPNS 2023, Ini Rinciannya
Corona, Pelamar CPNS...
Corona, Pelamar CPNS Bebas Pilih Lokasi Tes SKB di Luar Domisili
153 Instansi Gelar Tes...
153 Instansi Gelar Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Hari Ini
Seleksi CPNS 2021 Segera...
Seleksi CPNS 2021 Segera Dibuka, Persiapan Diri Jadi Kunci
Berita Terkini
Pelanggaran Lawan Arah...
Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
28 menit yang lalu
Bertolak ke NTB, Presiden...
Bertolak ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat
1 jam yang lalu
Antisipasi Kebakaran...
Antisipasi Kebakaran Lahan, Wilmar Tingkatkan Kesiagaan dan Kolaborasi Antarlembaga
1 jam yang lalu
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
1 jam yang lalu
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved