Ini Dia Curahan Hati PSK Dolly

Rabu, 21 Mei 2014 - 17:06 WIB
Ini Dia Curahan Hati...
Ini Dia Curahan Hati PSK Dolly
A A A
SURABAYA - Prostitusi Dolly, di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, banyak menyimpan kenangan. Terutama bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menggantungkan hidupnya dari menjual badan.

Seperti diungkapkan Cicik, PSK asal Jawa Barat. Tanpa ragu, Cicik mencurahkan hatinya kepada pelanggannya S. Pria berpotongan klimis ini mengaku miris mendengar keluhan Cicik.

"Jangan dikira PSK itu memiliki uang yang melimpah hanya dengan melayani para lelaki. Justru mereka tersiksa batin, karena terikat dengan para mucikari," kata S, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (21/5/2014).

Ditambahkan dia, saat itu Cicik menelponnya. Katanya, dia kangen setelah lama tidak bertemu. Kemudian dia pun membooking Cicik. "Saya juga kaget. Dia menghubungi saya, katanya kangen dan meminta untuk datang ke tempatnya itu," ceritanya.

Saat berduaan di dalam kamar, Cicik membuka semua keluh kesahnya. Termasuk ketidakadilan yang sering dialaminya dari para pengelola wisma. Di antaranya rekap pelanggan yang tidak sesuai.

"Pemilik wisma seperti menipu para PSK. Misalnya dalam sehari mereka mampu melayani 10 orang pria, ternyata dalam buku rekapan hanya dicatat lima orang. Imbasnya adalah saat menerima honor," jelasnya.

Para PSK hanya mendapat bagian 35 persen dari tarif kencan. Di lokalisasi Dolly sendiri, tarif kencan per satu kali main sekitar Rp150-300 ribu.

Minimnya pendapatan para PSK ini berakibat pada sulitnya mereka memenuhi kebutuhan primer, seperti membeli baju, celana dalam, dan bra. Barang-barang itu, harus dibeli melalui mucikari, dan tidak bisa dibeli sendiri.

Dari mucikari, harga baju di pasaran yang sehrusnya Rp50 ribu, dijual menjadi Rp150-200 ribu. Kontan, mendapat harga yang sebegitu besar, para PSK meresa keberatan. Namun begitu, mereka tidak bisa berbuat banyak.

"Saya kemudian membelikan kebutuhan itu di Pasar Keputran. Saya datang ke Dolly masuk ke wisma membawa tas berisi baju, celana dalam, dan bra. Pemilik wisma tidak curiga, karena memang saya sering ke situ," bebernya.

Tindakan elegal S yang membantu para PSK mendapatkan barang murah sangat berisiko jika ketahuan pemilik wisma dan mucikari. Namun, risiko itu ditempuh demi para PSK yang menderita.

"Hati saya terketuk untuk membantu para PSK ini. Saya pun meminta kepada Cicik untuk mendata sejumlah rekan-rekan sesama PSK yang membutuhkan baju, celana dalam, dan bra, lalu membelikannya di luar sesuai dengan harga yang ada," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
2 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
2 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
3 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
5 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved