Pemkot Hentikan Razia di Dolly

Rabu, 21 Mei 2014 - 10:59 WIB
Pemkot Hentikan Razia...
Pemkot Hentikan Razia di Dolly
A A A
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akhirnya melunak setelah pekerja seks komersial (PSK), mucikari dan warga kelurahan Putat Jaya menggelar aksi penolakan penutupan lokalisasi Dolly.

Pemkot berencana menghentikan kegiatan razia di sekitar lokalisasi. Selama ini, razia kerap dilakukan petugas gabungan dari Satuan Politis Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya, Polrestabes dan Garnisun Tetap (Gartap) III Surabaya tiap seminggu sekali.

Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana mengatakan, penghentian razia ini merupakan permintaan warga setempat. Mereka merasa keberatan dengan razia tersebut karena dianggap sebagai bentuk intimidasi dan mengganggu kenyamanan warga. Tak hanya razia yang akan dihapus, pemkot juga akan mencabut semua closed-circuit television (CCTV) yang sebelumnya dipasang di tiap sudut Jalan Jarak dan gang Dolly.

“Penghapusan razia dan pencabutan CCTV itu kan permintaan warga. Nanti akan kami bicarakan dengan sekda (sekretaris daerah). Kalau CCTY yang tidak mengarah ke wisma, tidak akan kami tarik karena itukan memang untuk keamanan,” ujar Wisnu usai membuka seminar ‘Peningkatan dan Pemahaman Demokratisasi Bagi Masyarakat Surabaya” di Graha Sawunggaling, kompleks Balai Kota Surabaya, Rabu (21/5/2014)

Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya ini mengungkapkan, dalam seminggu ini pihaknya rutin berkunjung dan berdialog dengan warga Putat Jaya. Di kelurahan ini, terdapat lima rukun tetangga (RT) yang terdampak atas penutupan Dolly. Yakni RT 13,10,11,12 dan 6.

Dari lima RT tersebut, hanya RT 6 yang belum dikunjungi. Rencananya, RT 6, di mana gang Dolly beroperasi, baru akan dia kunjungi malam nanti. Dari hasil pertemuan dengan warga selama ini, mayoritas dari mereka, kata dia, menerima penutupan.

“Hanya saja, warga ini minta jaminan penghasilan ketika Dolly ditutup. Nanti akan kami upayakan. Misalnya, yang tukang cuci akan kami carikan pasar di hotel-hotel. Pemilik hotel akan saya kumpulkan dan saya minta bantuan agar mempekerjakan mereka untuk mencuci,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Wisnu, para warga, PSK dan mucikari juga akan dilatih menjahit sampai bisa. Jika sudah bisa menjahit, maka pemkot berencana untuk memberi mereka proyek jahitan. Ini akan terus dilakukan hingga mereka sudah bisa mandiri dan ada pelanggan sendiri.

Menurut dia, penolakan warga disebabkan tidak ada komunikasi antara pemkot dengan warga terdampak. Pemkot hanya mengandalkan lurah dan camat dalam sosialisasi ke warga. Padahal, mereka ingin ada pejabat tinggi di pemerintahan yang bisa diajak dialog oleh mereka.

Setelah warga diajak dialog, mereka menerima. Bahkan, yang selama ini kontra atas penutupan juga bersedia Dolly ditutup. “Saya minta, semua cooling down dulu, kita dinginkan suasana. Tidak ada operasi apapun di Dolly,” pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
54 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved