Soekarwo Pastikan Dolly Ditutup Sesuai Jadwal

Selasa, 20 Mei 2014 - 16:40 WIB
Soekarwo Pastikan Dolly...
Soekarwo Pastikan Dolly Ditutup Sesuai Jadwal
A A A
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan penutupan lokalisasi Dolly tetap berjalan sesuai rencana. Banyaknya penolakan dari masyarakat dan elemen massa pro lokalisasi Dolly diyakini tidak akan menganggu rencana yang disiapkan Pemkot Surabaya.

“Tetap akan berjalan sesuai jadwal. Kami mendorong agar tanggal 19 Juni 2014 penutupan tetap dilakukan. Saya yakin, Bu Risma (Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya) pasti punya solusi untuk mengatasi penolakan warga itu,” ungkap Soekarwo seusai upacara Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Selasa (20/5/2014).

Dia juga optimistis, sikap berbeda dari Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana tidak akan berpengaruh terhadap rencana besar itu.

Bagi Soekarwo, perbedaan sikap Wisnu dengan Tri Rismaharini atas Dolly hanyalah problem komunikasi saja.

“Dalam demokrasi, tidak setuju kan bukan berarti menolak. Karena itu, perlu ada dialog untuk meneguhkan musyawarah,” timpalnya.

Soekarwo menyatakan, persoalan Dolly adalah persoalan kemanusiaan. Karena itu, dia menilai bahwa alasan Wisnu untuk meninjau ulang rencana penutupan lokalisasi Dolly adalah sesuatu yang masuk akal.

“Nah, pandangan inilah yang harus disamakan terkait rencana penutupan Dolly ini. Kuncinya adalah memperkuat dialog,”tuturnya.

Soekarwo juga berharap ada komunikasi lebih dalam dengan masyarakat Dolly. Sebab saat ini masyarakat mulai menutup diri. Mereka bahkan enggan menyerahkan data tentang jumlah penghuni maupun mucikari di sana.

Padahal, data tersebut kini tengah dibutuhkan Pemprov Jatim berkaitan dengan kucuran dana hibah.

Sesuai rencana, Pemprov Jatim akan memberikan kompensasi kepada mucikari sebesar Rp5,050 juta per orang, serta untuk pekerja seks komersial (PSK) sebesar Rp3 juta per orang.

Ini untuk mengetahui, berapa dana yang harus disiapkan Pemprov Jatim untuk membantu penutupan lokalisasi itu.

Untuk diketahui, dalam proses penutupan lokalisasi Dolly, Pemprov Jatim bertugas memberi support dana.

Sementara, Pemkot Surabaya adalah eksekutornya. Mereka berwenang penuh atas konsep dan pelaksanaannya. Sementara itu, sejumlah organisasi massa terus menentang rencana Pemkot Surabaya.

Mereka menganggap, penutupan Dolly justru akan berdampak negatif bagi masyarakat secara umum.

Selain efek sosial masyarakat sekitar lokalisasi, pentupan Dolly juga bisa memicu munculnya praktik prostitusi baru.

“Fakta saat ini adalah banyak tempat karaoke muncul di Surabaya. Bukan tidak mungkin, praktik prostitusi berpindah ke sini. Karena itu, akan percuma bila tempat karaoke tetap dibiarkan,” tegas Wakil Pimpinan Laskar Merah Putih, Osama CW.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved