Cegah bentrok susulan, polisi berjaga-jaga di Desa Ngaren
Minggu, 18 Mei 2014 - 13:17 WIB
Cegah bentrok susulan, polisi berjaga-jaga di Desa Ngaren
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan orang yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Juwangi dan sekitarnya, menggeruduk Dusun Kalitlawah, Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (17/5/2014) malam. Aksi itu dipicu bentrok kecil antara warga desa tersebut dengan warga Desa Kalimati yang mengakibatkan warga Kalimati, Agus Sriyanto meninggal dunia.
Keterangan yang dihimpun dari saksi mata, Wibowo, aksi itu bermula pada Sabtu sore sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, berembus kabar keluarga korban meninggal dunia akan datang ke Dusun Kalitlawah untuk melakukan balas dendam. Begitu isu itu berembus, warga yang ada di Dusun Kalitlawah langsung diungsikan oleh pihak kepolisian agar tidak terjadi bentrokan yang lebih besar.
Isu yang berembus di kalangan warga itu benar terjadi. Sekira pukul 19.00 WIB, ratusan orang dari berbagai daerah menyerbu. Namun, warga Dusun Kalitlawah sudah tidak ada di tempat dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Massa dari keluarga korban itu justru terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang sudah siaga sejak sore hari. Menurutnya, bentrokan terjadi beberapa menit. Massa menyerang polisi dengan menggunakan batu dan kayu. Setelah diberi tembakan peringatan dan gas air mata, massa dapat dipukul mundur.
Namun, massa tidak langsung kembali pulang ke rumah masing-masing. Mereka malah merusak sejumlah rumah warga dan menjarah beberapa barang-barang yang ada di dalam rumah, hingga akhirnya polisi kembali turun tangan dan mengusir massa tersebut. "Warga yang datang itu tidak terima salah satu bagian dari kelompoknya meninggal dunia saat bentrok kecil yang terjadi pada Selasa kemarin," ucap Wibowo, Minggu (18/5/2014).
Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto mengatakan, saat ini kondisi keamanan wilayah Desa Ngaren, Juwangi, sudah kondusif. Menurutnya, pihak kepolisian berhasil memukul mundur massa yang akan melakukan balas dendam tersebut. Ia mengatakan kedua belah pihak yang bertikai juga sempat dimediasi oleh pihak kepolisian dan akhirnya sepakat berdamai. "Lokasi sudah kondusif, namun kita masih terus berjaga-jaga terus di lokasi agar hal seperti Sabtu malam tidak terjadi kembali," ucapnya.
Seperti diketahui, bentrok awal terjadi karena sebuah helm. Ketika itu warga Kalimati meminjam helm milik Tulus, warga Kalitlawah Desa Ngaren. Helm yang dikembalikan itu ternyata berbeda dari yang dipinjamkan Tulus. Warga Kalimati dan pemilik helm terlibat adu mulut, hingga akhirnya terjadi bentrokan kecil yang membuat warga Kalimati meninggal dunia. Saat itu, keluarga dan kerabat korban berjanji membuat aksi balasan pada kemudian hari.
Keterangan yang dihimpun dari saksi mata, Wibowo, aksi itu bermula pada Sabtu sore sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, berembus kabar keluarga korban meninggal dunia akan datang ke Dusun Kalitlawah untuk melakukan balas dendam. Begitu isu itu berembus, warga yang ada di Dusun Kalitlawah langsung diungsikan oleh pihak kepolisian agar tidak terjadi bentrokan yang lebih besar.
Isu yang berembus di kalangan warga itu benar terjadi. Sekira pukul 19.00 WIB, ratusan orang dari berbagai daerah menyerbu. Namun, warga Dusun Kalitlawah sudah tidak ada di tempat dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Massa dari keluarga korban itu justru terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang sudah siaga sejak sore hari. Menurutnya, bentrokan terjadi beberapa menit. Massa menyerang polisi dengan menggunakan batu dan kayu. Setelah diberi tembakan peringatan dan gas air mata, massa dapat dipukul mundur.
Namun, massa tidak langsung kembali pulang ke rumah masing-masing. Mereka malah merusak sejumlah rumah warga dan menjarah beberapa barang-barang yang ada di dalam rumah, hingga akhirnya polisi kembali turun tangan dan mengusir massa tersebut. "Warga yang datang itu tidak terima salah satu bagian dari kelompoknya meninggal dunia saat bentrok kecil yang terjadi pada Selasa kemarin," ucap Wibowo, Minggu (18/5/2014).
Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto mengatakan, saat ini kondisi keamanan wilayah Desa Ngaren, Juwangi, sudah kondusif. Menurutnya, pihak kepolisian berhasil memukul mundur massa yang akan melakukan balas dendam tersebut. Ia mengatakan kedua belah pihak yang bertikai juga sempat dimediasi oleh pihak kepolisian dan akhirnya sepakat berdamai. "Lokasi sudah kondusif, namun kita masih terus berjaga-jaga terus di lokasi agar hal seperti Sabtu malam tidak terjadi kembali," ucapnya.
Seperti diketahui, bentrok awal terjadi karena sebuah helm. Ketika itu warga Kalimati meminjam helm milik Tulus, warga Kalitlawah Desa Ngaren. Helm yang dikembalikan itu ternyata berbeda dari yang dipinjamkan Tulus. Warga Kalimati dan pemilik helm terlibat adu mulut, hingga akhirnya terjadi bentrokan kecil yang membuat warga Kalimati meninggal dunia. Saat itu, keluarga dan kerabat korban berjanji membuat aksi balasan pada kemudian hari.
(zik)