Menolak sekolah, ini keseharian siswi SD korban asusila
Jum'at, 16 Mei 2014 - 20:46 WIB
Menolak sekolah, ini keseharian siswi SD korban asusila
A
A
A
Sindonews.com - Setelah kasus kejahatan seksual yang menimpa dirinya mencuat, W siswi SDN 06 Pondok Rangon, Jakarta Timur menolak sekolah. Selama di rumah, korban juga tidak mau keluar karena masih trauma berat.
Menurut ibunda W siswi SDN 06 Petang, Pondok Rangon, Jakarta Timur, keseharian korban hanya menonton televisi dan bermain seorang diri. Kebiasan korban yang sering berdiam diri itu, terjadi sejak si anak mengalami tindakan asusila dari oknum gurunya.
Kendati begitu, saat ini kondisinya sudah lebih baik. Sudah dua hari ini W mau keluar rumah bermain dengan teman-teman sebayanya. Kendati begitu, jika W melihat pria dewasa masih merasa takut.
"Kalau sudah begitu, anak saya hanya di rumah saja, menonton televisi. Tapi kalau sudah ada siaran berita dia trauma dan menggangti saluran televisi," terangnya ketika ditemui Sindonews, Jumat (16/5/2014).
Ibunda W berharap, polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan oknum guru yang telah mencabuli anaknya. Jika memang terbukti bersalah, dia ingin agar oknum guru tersebut dihukum seberat-beratnya.
Menurut ibunda W siswi SDN 06 Petang, Pondok Rangon, Jakarta Timur, keseharian korban hanya menonton televisi dan bermain seorang diri. Kebiasan korban yang sering berdiam diri itu, terjadi sejak si anak mengalami tindakan asusila dari oknum gurunya.
Kendati begitu, saat ini kondisinya sudah lebih baik. Sudah dua hari ini W mau keluar rumah bermain dengan teman-teman sebayanya. Kendati begitu, jika W melihat pria dewasa masih merasa takut.
"Kalau sudah begitu, anak saya hanya di rumah saja, menonton televisi. Tapi kalau sudah ada siaran berita dia trauma dan menggangti saluran televisi," terangnya ketika ditemui Sindonews, Jumat (16/5/2014).
Ibunda W berharap, polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan oknum guru yang telah mencabuli anaknya. Jika memang terbukti bersalah, dia ingin agar oknum guru tersebut dihukum seberat-beratnya.
(ysw)