Longsor Banjarwangi hentikan arus lalu lintas selama 20 jam
Kamis, 15 Mei 2014 - 18:31 WIB
Longsor Banjarwangi hentikan arus lalu lintas selama 20 jam
A
A
A
Sindonews.com - Longsor di jalan yang menghubungkan Cikajang-Singajaya di Kampung Cijoho, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berlangsung selama 20 jam lebih. Arus lalu lintas di jalan penghubung sejumlah kecamatan ini terputus sejak Rabu (14/5/2014) sekira pukul 17.30 WIB.
Seorang sopir mobil angkutan barang, Epen (52), menuturkan telah mengantre di jalan tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Warga Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, ini menuturkan, jalan Cikajang-Singajaya di Kecamatan Banjarwangi tersebut merupakan akses vital menuju tempat tinggalnya.
"Saya kebetulan bawa barang-barang dari perkotaan Garut untuk dikirim ke Singajaya. Namun ternyata jalan di sini tertimbun longsor. Akhirnya saya hanya bisa menunggu hingga jalan ini dinormalkan kembali," kata Epen, Kamis (15/5/2014).
Menurutnya, jalan alternatif menuju Kecamatan Singajaya sangat jauh untuk ditempuh, yaitu harus melintasi wilayah Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Jika memutar kembali, jarak tempuh melintasi wilayah Tasikmalaya ini akan memakan waktu kurang lebih tiga jam.
"Kalau lewat jalur ini lebih dekat, paling hanya satu jam. Lagipula, bahan bakar mobil saya tidak cukup untuk menempuh jalur dengan memutar arah ke Tasikmalaya. Biasanya bahan bakar kendaraan saya dari perkotaan Garut ke Singajaya hanya lima liter, sedangkan kalau memutar ke Tasikmalaya bisa habis 16 liter," ujarnya.
Saat mengantre, Epen mengaku tidak tidur. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menunggui barang-barang di mobil pick up-nya. "Kalau tidur, bisa-bisa barang yang saya angkut dicuri orang," tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, kendaraan yang mengantre di jalan tersebut terdiri angkutan barang, angkutan umum, dan mobil pribadi. Sementara itu, alat berat Dinas Bina Marga Kabupaten Garut baru tiba di lokasi tersebut pukul 14.00 WIB tadi.
Seorang sopir mobil angkutan barang, Epen (52), menuturkan telah mengantre di jalan tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Warga Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, ini menuturkan, jalan Cikajang-Singajaya di Kecamatan Banjarwangi tersebut merupakan akses vital menuju tempat tinggalnya.
"Saya kebetulan bawa barang-barang dari perkotaan Garut untuk dikirim ke Singajaya. Namun ternyata jalan di sini tertimbun longsor. Akhirnya saya hanya bisa menunggu hingga jalan ini dinormalkan kembali," kata Epen, Kamis (15/5/2014).
Menurutnya, jalan alternatif menuju Kecamatan Singajaya sangat jauh untuk ditempuh, yaitu harus melintasi wilayah Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Jika memutar kembali, jarak tempuh melintasi wilayah Tasikmalaya ini akan memakan waktu kurang lebih tiga jam.
"Kalau lewat jalur ini lebih dekat, paling hanya satu jam. Lagipula, bahan bakar mobil saya tidak cukup untuk menempuh jalur dengan memutar arah ke Tasikmalaya. Biasanya bahan bakar kendaraan saya dari perkotaan Garut ke Singajaya hanya lima liter, sedangkan kalau memutar ke Tasikmalaya bisa habis 16 liter," ujarnya.
Saat mengantre, Epen mengaku tidak tidur. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menunggui barang-barang di mobil pick up-nya. "Kalau tidur, bisa-bisa barang yang saya angkut dicuri orang," tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, kendaraan yang mengantre di jalan tersebut terdiri angkutan barang, angkutan umum, dan mobil pribadi. Sementara itu, alat berat Dinas Bina Marga Kabupaten Garut baru tiba di lokasi tersebut pukul 14.00 WIB tadi.
(zik)