Penutupan Dolly diduga persaingan bisnis prostitusi

Kamis, 08 Mei 2014 - 10:54 WIB
Penutupan Dolly diduga...
Penutupan Dolly diduga persaingan bisnis prostitusi
A A A
Sindonews.com - Spekulasi terus muncul terkait rencana Pemkot Surabaya untuk menutup lokalisasi Dolly. Ormas DPW Pagar Jati Jawa Timur menuding bahwa di balik penutupan Dolly ada permainan bisnis.

"Kami melihat ada arogansi dari pihak Pemkot Surabaya yang terkesan dipaksakan. Kami menenggarai penutupan ini ada pesanan," kata Ketua Ormas DPW Pagar Jati Bambang Hariyanto, Kamis (8/5/2014).

Dengan dijadikannya kawasan lokalisasi Dolly sebagai area bisnis dan sentra ekonomi di Surabaya, prostitusi high class yang berkedok panti pijat mulai menjamur. Dengan ditutupnya Dolly, masyarakat bisa beralih ke panti pijat plus.

"Prostitusi non lokalisasi berdampak buruk, karena hal ini berkaitan dengan perilaku sex beresiko (risk sex behavior), di mana tingkat kesadaran perilaku sex aman di tempat prostitusi non lokalisasi," terangnya.

Akibatnya, korban terakhir adalah ibu-ibu rumah tangga yang tertular oleh suaminya yang 'jajan' di prostitusi non lokalisasi.

"Dari segi harga, jajan di lokalisasi Dolly maksimal Rp300 ribu. Sedangkan di tempat prostitusi high class yang notabene kualitas wanitanya sama, namun harganya bisa mencapai Rp2 juta," bebernya.

Dia melanjutkan, Ormas Pagar Jati menolak penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak. Karena sejumlah fakta menyebutkan, Pemkot Surabaya hanya memaksakan diri tanpa memperhatikan pasca penutupan itu.

Lokalisasi Dolly tampaknya akan tinggal cerita setelah tanggal 19 Juni 2014. Pasalnya, pada tanggal itu pemkot memastikan akan menutup lokalisasi yang konon pernah terbesar se-Asia Tenggara itu.

Lokalisasi yang berada di Kecamatan Sawahan ini, kini dihuni sekitar 1.080 PSK. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Persaingan Top Skor...
Persaingan Top Skor Liga Champions 2024/2025 Makin Sengit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved