20 ribu hektare sawah di Cirebon terancam kekeringan

Senin, 05 Mei 2014 - 16:19 WIB
20 ribu hektare sawah...
20 ribu hektare sawah di Cirebon terancam kekeringan
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 20 ribu dari sekitar 43 ribu hektare areal tanaman padi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terancam kekeringan saat kemarau mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan, Peternakan, dan Kehutanan Kabupaten Cirebon Ali Efendi menyatakan, potensi kekeringan kali ini terbilang cukup tinggi. Hal ini disebabkan adanya prediksi fenomena El Nino yang memperparah musim kemarau.

"Padahal sekarang di beberapa daerah petani sedang tanam gadu (tanam musim kering). Tapi ancaman kekeringan yang luas mengintai mereka," ungkap dia.

Untuk menghindari kerugian besar saat kekeringan melanda, pihaknya mengimbau petani melakukan gerakan tanam secepatnya. Percepatan tanam dilakukan dengan sistem culik, dengan mengambil sebagian gabah sebelum dipanen untuk dijadikan benih.

Saat panen berakhir, benih sudah siap untuk langsung ditanam. Percepatan tanam, lanjut dia, harus dilakukan untuk mengejar hujan yang terkadang masih turun saat ini.

Dengan begitu, diiharapkan saat puncak musim kemarau nanti tanaman padi milik petani sudah tidak membutuhkan banyak air. Dia menyebutkan, dari luas lahan 43 ribu hektare 75 persen di antaranya sudah panen rendeng. "Masa panen rendeng seluruhnya akan selesai kira-kira akhir Mei nanti," ujar dia.

Pihaknya juga akan mengupayakan ketersediaan pasokan pupuk bagi petani. Pasalnya, saat ini para petani di Kabupaten Cirebon mengeluhkan langkanya pupuk di berbagai tempat.

Berdasarkan data, Kabupaten Cirebon pernah mengalami kekeringan parah 2012. Dari total luas lahan 45 ribu hektare, kekeringan melanda 14.185 hektare tanaman.

Sementara itu, salah seorang petani di Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Khaerudin mengaku belum mengetahui prediksi fenomena El Nino yang pada kemarau mendatang. Dia khawatir kekeringan kali ini akan mendatangkan kerugian besar, apalagi sawahnya langganan kekeringan saat kemarau dan kebanjiran saat banjir.

"Rutin tiap kemarau harus siap mesin sedot pompa air untuk menyedot air dari saluran irigasi," cetus dia.
(zik)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
26 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
1 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
2 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
2 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved