Aksi Letkol gadungan berakhir setelah tetangga curiga

Sabtu, 03 Mei 2014 - 18:05 WIB
Aksi Letkol gadungan...
Aksi Letkol gadungan berakhir setelah tetangga curiga
A A A
Sindonews.com - Kecurigaan warga Perumahan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, akhirnya terbukti. Sugeng Supriyanto (40), salah satu warga di perumahan itu yang mengaku sebagai perwira menengah TNI AL Yogyakarta berpangkat Letnan Kolonel, ternyata berbohong.

Sugeng bukan merupakan prajurit TNI AL Yogyakarta. Dia sudah memperdaya istri mudanya dengan mengaku sebagai TNI. Tak hanya itu, dua tetangganya, Heri (30) dan Faisal (33) juga menjadi korban aksi penipuan Sugeng.

Modusnya, menawarkan mobil milik kesatuannya di TNI AL Yogyakarta untuk dijual dengan harga murah. Heri tertipu Rp10 juta untuk pembelian Kijang Innova, sementara Faisal tertipu Rp6,5 juta untuk pembelian mobil Suzuki APV.

"Terungkapnya kasus ini sebenarnya bukan atas laporan korban, tapi tetangga lain yang curiga terhadap Sugeng," kata Komandan Detasemen Polisi Militer TNI AL Yogyakarta, Mayor Laut Edwin Heryana, Sabtu (3/5/2014).

Tetangga Sugeng curiga karena merasa ada yang janggal dengan Sugeng dalam keseharian. Terlebih, Sugeng mengaku sebagai komandan di TNI AL Yogyakarta.

"Pangkat Letkol TNI AL Yogyakarta itu tidak ada, adanya sampai tingkat Kolonel. Letkol ada, tapi tidak di sini tugasnya," ujarnya.

Mendapatkan laporan keresahan warga, Komandan TNI AL Yogyakarta Kolonel Dawel Mudija Rohadi memerintahkan bagian intel untuk mencari informasi.

Setelah sepekan mengintai aktivitas Sugeng, bagian Intel TNI AL Yogyakarta mendapat petunjuk indikasi kuat Sugeng bukan anggota TNI AL. "Kita yakin kalau pelaku ini bukan anggota TNI, baru tadi malem kita amankan," jelasnya.

Dua korban penipuan yang masih tetangga Sugen takut melapor. Sebab, mereka merasa terancam keluarganya jika nanti sampai menagih uang agar dikembalikan. "Kedua korban itu tidak lapor ke kami, ke polisi juga tidak. Mereka mengaku takut jika nanti ada apa-apa pada keluargnya. Taunya mereka pelaku ini tentara," jelasnya.

Pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap kedua korban. Bahkan, dari pengakuan Sugeng sendiri dia sudah melakukan penipuan sebanyak 11 orang untuk dimasukkan sebagai TNI AL.

Sugeng meminta sejumlah uang sebagai perantara ke 11 orang tersebut. Meski sudah diberi uang hingga lebih dari 400 juta, namun ke-11 orang tersebut tetap tidak bisa lolos masuk ke TNI AL Yogyakarta. "Ini kasus penipuan, pelakunya merupakan warga sipil. Karena lokasi kejadian di Magelang, kita akan serahkan pelaku ke Polres Magelang," jelasnya.

Edwin menduga ada banyak korban dengan modus calo masuk TNI AL yang dilakukan Sugeng. Dia berharap agar korban mengaku ke Polres Magelang agar ditindaklanjuti dengan proses hukum terhadap pelaku.
(zik)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Berita Terkini
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
10 menit yang lalu
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
32 menit yang lalu
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
4 jam yang lalu
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved