Ganjar Pranowo akan evaluasi perda jembatan timbang

Kamis, 01 Mei 2014 - 15:21 WIB
Ganjar Pranowo akan...
Ganjar Pranowo akan evaluasi perda jembatan timbang
A A A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang jembatan timbang masih lemah. Langkah evaluasi terhadap perda itu akan dilakukan.

"Sanksi dari perda itu terlalu lemah, pasti akan ada evaluasi perda itu," katanya di kompleks Gubernuran, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis (1/5/2014).

Ganjar belum memastikan kapan evaluasi hingga perda itu direvisi akan dilakukan. Perda itu diketahui, Perda No 1 Tahun 2012. Persoalan jembatan timbang, menurut dia, tidak bisa diselesaikan oleh satu provinsi saja.

Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur, Gubernur Jawa Barat hingga Gubernur NTB untuk ini.

"Agar bisa diselesaikan bareng-bareng. Jangan nanti masuk provinsi aturannya berubah," timpalnya.

Kondisi jembatan timbang yang ada di Jawa Tengah memang belum memadai. Dari total 16 jembatan timbang yang ada di Jawa Tengah, belum ada yang ideal.

Ganjar mengakui masih perlu diselesaikan persoalan personil hingga sistemnya, termasuk peralatan.

Sementara itu, terkait petugas jembatan timbang Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) masih dilakukan penyelesaian.

"Saya minta 1 minggu selesai semuanya. Kalau tidak, semua bertanggungjawab dengan saya," katanya.

Pengamat transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno berargumen permasalahan kelebihan muatan jangan semuanya dibebankan kepada Kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Urip Sihabudin. Karena, persoalan ini adalah permasalahan bangsa.

"Karena siapapun Kadishubnya pasti akan menemui masalah yang sama. Kadishub terlalu kecil kewenangannya untuk selesaikan masalah yang besar ini," kata Djoko.

Jika mau serius menyelesaikan persoalan ini, kata Djoko, Ganjar harus mengumpulkan gubernur se Jawa, plus Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perindustrian.

"Kalau perlu, masalah diangkat ke tingkat Wakil Presiden. Baru bisa ada solusi dan kebijakan. Tidak perlu nunggu presiden baru terpilih," tandasnya.

Sebelumnya, pada Minggu malam, 27 April 2014 Ganjar Pranowo memergoki praktik pungutan liar di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang.

Ada beberapa kernet truk yang memberikan uang puluhan ribu ke meja petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika yang jaga di jembatan timbang tersebut.

Kepala Dishubkominfo Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan, menyusul insiden ini ada 281 petugas dari 16 jembatan timbang di Jawa Tengah yang dipanggil ke kantornya untuk dievaluasi apakah masih layak bertugas di jembatan timbang atau harus dimutasi.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
29 menit yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
9 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
10 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved