Tersangka JIS tewas, Propam Polri turun tangan
Rabu, 30 April 2014 - 14:59 WIB
Tersangka JIS tewas, Propam Polri turun tangan
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menyelidiki penyebab bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka kejahatan sksual di JIS, Azwar, Mabes Polri mengerahkan Propam. Propam Mabes POlri ini akan menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol SUhardi Alius menerangkan, tim Propam akan menyelidiki kemungkinan kesalahan penyidik yang memeriksa Azwar pada Sabtu, 26 April 2014.
"Ada dugaan-dugaan indikasi kesana. Tapi nanti kita tunggu, Propam juga menyelidiki kasus ini," katanya di Mabes Polri Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Adapun waktu pemeriksaan tersangka Azwar yang dilakukan pada pukul 05.00 WIB di kantor unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, hanya persoalan teknis yang tak perlu dipermasalahkan.
Menurut Suhardi, penyidik memiliki pertimbangan khusus dalam menentukan pemeriksaan terhadap seorang tersangka.
"Kami hanya menghindari tersangka memiliki waktu untuk berkoordinasi dengan yang lain dan mengaburkan masalah," katanya.
Pada bagian lain, Suhardi menyatakan Polri akan belajar dari kasus ini agar kematian tersangka dengan cara bunuh diri, tidak terulang kembali.
Azwar diduga menghabisi nyawanya sendiri di kamar mandi penyidik PPA Polda Metro Jaya, karena malu dengan tindakannya melakukan sodomi pada siswa TK JIS.
"Setelah kasus ini, kita akan menangani psikolog untuk tersangka," katanya.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol SUhardi Alius menerangkan, tim Propam akan menyelidiki kemungkinan kesalahan penyidik yang memeriksa Azwar pada Sabtu, 26 April 2014.
"Ada dugaan-dugaan indikasi kesana. Tapi nanti kita tunggu, Propam juga menyelidiki kasus ini," katanya di Mabes Polri Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Adapun waktu pemeriksaan tersangka Azwar yang dilakukan pada pukul 05.00 WIB di kantor unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, hanya persoalan teknis yang tak perlu dipermasalahkan.
Menurut Suhardi, penyidik memiliki pertimbangan khusus dalam menentukan pemeriksaan terhadap seorang tersangka.
"Kami hanya menghindari tersangka memiliki waktu untuk berkoordinasi dengan yang lain dan mengaburkan masalah," katanya.
Pada bagian lain, Suhardi menyatakan Polri akan belajar dari kasus ini agar kematian tersangka dengan cara bunuh diri, tidak terulang kembali.
Azwar diduga menghabisi nyawanya sendiri di kamar mandi penyidik PPA Polda Metro Jaya, karena malu dengan tindakannya melakukan sodomi pada siswa TK JIS.
"Setelah kasus ini, kita akan menangani psikolog untuk tersangka," katanya.
(ysw)